Nasional

Bangun Pusat Data & Pembangkit Listrik

Data Center First Investasi 40 Juta Dolar AS di NDP

MAKET desain gedung Data Center First Pte Ltd di Nongsa Digital Park (NDP), Batam. (F. NDP UNTUK BATAM POS)

batampos.id – Data Center First Pte Ltd akan membangun proyek data center baru 30 Megawatt (MW) di Nongsa Digital Park (NDP), Batam. Nilai investasi tahap awal mencapai 40 juta dolar Amerika. Pembangunan ini akan didesain sesuai standar uptime tier III.

Tier III merupakan data center berstandar internasional dari segi infrastruktur, fasilitas, dan tingkat keamanan. Memiliki tingkat uptime 99,982 persen atau dalam setahun waktu downtime-nya maksimal 1,6 jam. Pembangunan data center ini diperkirakan selesai akhir 2023.

Data Center First adalah operator data center internasional pertama yang beroperasi di Batam. Peningkatan permintaan penggunaan internet Indonesia yang berkembang pesat didorong oleh industri telekomunikasi di Indonesia yang lebih terbuka dan kompetitif, menjadi daya tarik arus investasi asing yang berkesinambungan ke Indonesia.

Keberadaan data center ini akan ikut memperkuat konektivitas dan jembatan digital antara Nongsa dan Singapura.

”Saya sangat mengapresiasi proyek data center 30 MW yang akan dibangun Data Center First, dan menyambut baik pelaksanaan Tahap 1 proyek senilai USD 40 juta,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, Senin (18/10).

Airlangga memperkirakan, melalui satu proyek ini dapat ditarik arus investasi asing langsung senilai USD 300 juta ke Nongsa Digital Park. Investasi ini dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Mr Gan Kim Yong, juga menyambut baik peluncuran proyek ini. ”Nongsa One akan memperkuat status Nongsa sebagai hub yang berkembang untuk teknologi dan jasa teknologi informasi juga data center,” ujarnya.

Ia mengatakan, investasi Data Center First memperlihatkan potensi model nearshoring bagi operator data center yang berbasis di Singapura, yang ingin meningkatkan kapasitas dan memanfaatkan pesatnya permintaan layanan data center di Asia Tenggara.

Singapura, kata Mr Gan Kim Yong, ingin melanjutkan kerja sama erat yang berkesinambungan dengan Indonesia, guna mendukung pengembangan industri data center di Nongsa.

CEO Nongsa Digital Park, Mike Wiluan, mengatakan, infrastruktur modern membuktikan komitmen NDP dalam menarik Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik. Selain itu, berperan memperkuat jembatan digital dalam peta jalan digitalisasi Indonesia.

”Kami gembira menyambut kehadiran Data Center 30 MW milik Data Centre First dalam ekosistem perusahaan digital yang tengah berkembang dan terbentuk di Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa,” ujarnya.

Mike meyakini, kolaborasi NDP dengan Data Centre First dapat menarik minat lebih banyak investasi asing, guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Nongsa One, kata Mike, menempati lahan seluas 2,5 hektare di Nongsa Digital Park.

Ia menambahkan, desain unik dari kompleks Data Center 30 MW ini mengusung konsep “powerhouse” unggulan, yang memungkinkan Nongsa One dapat meningkatkan skala kebutuhan listrik secara independen untuk dua gedung di kompleks tersebut.

Desain unggulan terbaru ini akan menjadi fitur andalan dari seluruh kompleks yang akan dibangun Data Center First. Nongsa One telah memperoleh komitmen pasokan listrik dari dua gardu independen di jaringan distribusi listrik PLN. Dua gardu ini akan menghubungkan Nongsa One dengan dua jalur kelistrikan independen.

Sebagai pusat data yang tidak terikat oleh satu jaringan (network neutral), Data Center First hingga saat ini akan memiliki konektivitas yang aman dari tiga penyedia kabel bawah laut, dua penyedia layanan jaringan internasional, dan dua ISP bisnis yang menghubungkan Singapura dan Jakarta melalui Nongsa Digital Park di Data Center First Nongsa One.

Chief Executive Data Center First, Ka Vin Wong, mengatakan, keberadaan Nongsa One telah hadir di Nongsa Digital Park, akan menjadi penghubung baru masa depan digital Singapura dan Indonesia. Hal ini terwujud berkat komunitas yang terus bertambah dan keperluan menyediakan layanan independen di sentra bisnis terbaru ini.

”Kami terus menerima minat dari penyelenggara jasa telekomunikasi, penyedia infrastruktur cloud, dan penyedia layanan e-commerce. Saya juga gembira atas pengakuan yang diberikan pelaku pasar. Mereka telah menjadi bagian dari komunitas yang terus berkembang,” ucapnya.

Kehadiran Nongsa One di Nongsa Digital Park, diharapkan perusahaan-perusahaan digital dapat memanfaatkan infrastruktur kelas dunia, untuk melindungi aset-aset digital mereka.

Nongsa Digital Park, kata Ka Vin, menjadi tempat alternatif terbaik karena terletak di lokasi yang bebas dari bencana alam sehingga dapat ikut melindungi ekonomi digital Indonesia yang berkembang pesat.

Melimpahnya kabel optik bawah laut oleh berbagai penyelenggara jasa telekomunikasi yang menghubungkan Singapura dan Jakarta, membuat Nongsa Digital Park menjadi titik jaringan masuk dan keluar yang paling efektif untuk klien yang ingin membawa data masuk dan keluar Indonesia secara efisien.

”Nongsa Digital Park, didukung Nongsa One, benar-benar mencerminkan visi Jembatan Digital yang dicetuskan pemerintah Singapura dan Indonesia. Data Center First sangat antusias bisa berada di posisi terdepan untuk ikut mewujudkan visi tersebut,” tuturnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA
Editor : MOHAMMAD TAHANG