Feature

Cara Pemko Batam Sambut Travel Bubble, Perketat Protkes hingga Sukseskan Vaksinasi

Kepulauan Riau ditetapkan pemerintah sebagai pintu masuk bagi wisatawan mancanegara (Wisman). Kota Batam dan Bintan dipilih menjadi salah satu pintu masuk. Saat ini Kepri dinyatakan PPKM Level 1 dan dinilai sudah bisa menerima kedatangan wisman.

***

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
penyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga yang diadakan Polda Kepri di Kepri Mall, Senin (11/10). Upaya vaksinasi salah satu untuk dukung travel bubble.

Semakin membaiknya pengendalian dan penanganan Covid-19 di Kota Batam turut mendorong diberlakukannya Travel Bubble. Seperti diketahui sejak awal tahun ini Pemerintah Kota Batam sudah membenahi sektor pariwisata guna menyambut datangnya wisman.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan dari awal penerapan protokol kesehatan (Protkes) sudah mulai dijalankan. Kawasan Nongsa dipilih menjadi salah satu pintu masuk bagi wisman asal Singapura.

Penerapan Protkes seperti penyediaan infrastruktur seperti alat pengecekan suhu, tempat cuci tangan, memastikan tempat tujuan rutin dilakukan penyemprotan handsanitizer spray. Hal ini guna memberikan kenyamanan dalam menyambut wisman nantinya.

Rudi tidak mau terburu-buru dan bereuforia menyambut kedatangan wisatawan mancanegara ke Batam. Hal ini tidak lepas dari target vaksinasi yang belum 100 persen, dan masih tingginya kasus di negara Singapura saat ini.

“Vaksinasi kita masih 54 persen, dan masih ada 16 persen lagi yang belum. Ini yang mau saya kejar dulu. Saya tak mau buru-buru buka, nanti kalau ada kasus malah recovery nya lama lagi, saya tak mau. Jadi biarlah bersakit-sakit dulu sekarang, saya mau selesaikan dulu vaksin ini,” kata dia.

Ia menjelaskan, terkait dipilihnya Nongsa menjadi pilot project untuk menyambut wisman tidak ada masalah. Semua pelaku wisata sudah divaksin, guna mendukung program ini. Kendati demikian tidak ada jaminan virus ini tidak ada. Negara Singapura meminta warga Nongsa untuk divaksin semua, dan itu bisa dengan mudah dilakukan.

“Kendalanya adalah, saya tidak bisa melarang warga lain datang ke Nongsa, ketika wisman datang. Ini akan jadi masalah nantinya, meskipun area kedatangan mereka terbatas, tetap ada ke khawatiran. Tidak saja itu, kalau saya buka, dan nanti ada wisman yang positif Covid-19, maka beritanya akan besar, dan membuat warga Singapura berfikiran negatif tentang Batam,” ujarnya

Untuk itu, pihaknya meminta ditunda terkait pembukaan pintu masuk ini. Rudi mengakut tidak ada masalah dengan penundaan ini, karena tujuannya adalah 100 persen vaksinasi.
Berikan waktu untuk menyelesaikan vaksin 100 persen, agar nanti tidak ada masalah.

“Karena ada satu hal yang perlu diingat. Kalau hari ini saya izinkan untuk dibuka, ternyata orang luar ke sini ada satu yang Covid-19 maka respon Singapura akan sangat luar biasa. Saya tidak mau ini terjadi. Kalau masih kena juga itu takdir namanya. Namun setidaknya kami sudah berusaha memenuhi protokol kesehatan dengan vaksin 100 persen sebagai jaminan, serta Protkes lainnya di ruang kedatangan, hotel, dan sebagainya,” beber Rudi.

Rudi saat ini masih terus mengedukasi warga untuk tidak abai terhadap protokol kesehatan. Upaya yang sudah dilakukan hingga saat ini harus diperhatikan. Pentingnya menggunakan masker, dan menghindari kerumunan perlu diterapkan.

“Setiap pertemuan selalu saya jelaskan pentingnya pakai masker dan melindungi orang terdekat dari paparan virus. Meskipun sekarang sudah landai tetap patuhi Protkes. Saya juga tidak pernah lepas masker di setiap pertemuan. Ini untuk memotivasi warga saya agar patuh Protkes,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Batam akan melakukan survei terhadap kekebalan sistem imun rata-rata masyarakat Batam usai pelaksanaan vaksinasi di Kota Batam. Pelaksanaan survei ini merupakan salah satu persiapan dalam menyambut travel bubble dalam menyambut wisatawan mancanegara (wisman).

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan pengambilan sampel ini menggunakan darah warga yang akan dijadikan sampel. Pemko Batam ingin menghitung rata-rata kekebalan imun pasca dilakukan vaksinasi.

“Sekarang vaksinasi sudah mencapai 84 persen. Jadi kami ingin tahu berapa kekuatan imun masyarakat karena dampak penyuntikan vaksinasi ini,” ujarnya, Jumat (15/10).

Untuk pelaksanaan survei ini nanti akan dilaksanakan oleh pakar epidemiologi dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Nanti tim akan memetakan berapa banyak sampling yang akan diambil dalam pengambilan survei ini.

Untuk teknis pengambilan sampel ini bisa saja dilakukan dengan mengambil contoh darah dari mereka yang berusia 12-17 tahun, 18-50 tahun, dan 50 tahun ke atas.

Tim akan bergerak ke 12 kecamatan yang ada. Nanti akan diketahui kekuatan imun masyarakat Batam rata-rata berdasarkan data dari masing-masing kecamatan.

“Tujuan dari survei ini untuk mengukur tingkat kekebalan imun tubuh rata-rata masyarakat Batam setelah vaksinasi dilaksanakan,” ujarnya.

Amsakar mengatakan pengambilan sampel ini akan menjadi pegangan pemerintah ketika travel buble berlaku nanti. Setidaknya Batam memiliki data mengenai Herd immunity masyarakatnya, hal ini bisa menjadi pegangan ketika terjadi kasus nantinya. Karena Nongsa menjadi kawasan yang akan dijadikan pilot project, mungkin sampel paling banyak dari sana,” bebernya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan pembukaan pintu masuk untuk wisman harus dipersiapkan dengan baik dan matang. Perintah untuk pembukaan pintu masuk ini harus dijalankan, kendati demikian ada hal yang harus disiapkan dengan sempurna.

“Jangan sampai mereka datang aman, ketika balik malah kena Covid-19. Ini akan menjadi masalah, nanti bisa tutup semua. Saya tidak pernah menolak soal masuknya wisman ini, namun saya hanya tidak ingin ujuk-ujuk soal ini, tanpa ada persiapan yang matang,” bebernya.

Menurutnya, hanya Batam yang melakukan survei kekebalan tubuh masyarakatnya. Hal ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain ke depannya. Batam sebagai salah satu pintu masuk wisman harus maju satu langkah dari pada daerah lain. “Kalau rata-rata imun sudah diketahui, artinya kami punya data yang menjadi landasan dan dasar dalam menyambut wisman,” tutupnya. (*)

reporter: YASHINTA
editor: tunggul