Home

Pertamina Imbau Masyarakat Tak Perlu Cemas soal BBM

ILUSTRASI: Petugas di SPBU Vitka, Tiban, Batam, Sabtu 15 Mei 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – PT Pertamina (Persero) memastikan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) masyarakat terpenuhi, baik gasoline maupun gasoil. Hal itu seiring dengan pembukaan pembatasan aktivitas sosial secara bertahap dan mulai pulihnya kegiatan perekonomian masyarakat, yang membuat kebutuhan BBM mulai merangkak naik.

Pjs Senior Vice President Corporate Communications and Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman mencatat, peningkatan konsumsi di gasoil didominasi oleh solar subsidi. Pada Semester I 2021, konsumsinya tercatat sebesar 37.813 kiloliter per bulan dan terus meningkat hingga mencapai 44.439 kiloliter pada bulan September atau naik sekitar 17 persen.

Sedangkan di sektor gasoline, peningkatan menonjol terjadi di produk Pertamax. Pada periode Semester I 2021 rerata bulanan sebesar 12.586 kiloliter dan terus merangkak naik hingga mencapai kenaikan 49 persen pada bulan September sebesar 18.840 Kiloliter.

“Stok untuk produk yang meningkat signifikan yaitu solar mencapai 17 hari dan Pertamax mencapai 18 hari. Pengiriman dari Terminal BBM juga terus dilakukan setiap hari ke seluruh SPBU dan kilang juga terus berproduksi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya saat ditemui di Graha Pertamina, Senin (18/10).

Khusus untuk solar, Pertamina telah melakukan penambahan volume penyaluran ke beberapa wilayah yang mengalami peningkatan konsumsi secara signifikan, seperti Sumatera Barat sebesar 10 persen, Riau 15 persen, dan Sumatera Utara 3,5 persen.

BACA JUGA: Disperindag Getol Razia Pelangsir Premium dan Solar

“Mengingat solar adalah BBM bersubsidi, kami sangat cermat dalam melakukan penambahan penyaluran agar bisa tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oknum- oknum tertentu,” ungkapnya.

Selain penambahan penyaluran di wilayah yang mengalami peningkatan signifikan, Pertamina juga melakukan koordinasi dengan BPH Migas untuk fleksibilitas pengalihan kuota BBM subdisi di wilayah yang realisasinya masih di bawah target, ke wilayah lain yang berpotensi over kuota.

“Alhamdulillah sudah ada persetujuan dari BPH Migas, sehingga pengaturan kuota antar wilayah dapat dilakukan selama tidak melebihi pagu kuota nasional tahun 2021 yang ditetapkan BPH Migas,” pungkasnya. (*)

Reporter: JPG Group
Editor: Suprizal Tanjung