ubahlaku

Terapkan Protkes, Pitoe Coffee Berikan Kenyamanan Bagi Pengunjung Kafe

Pengunjung saat memasuki Pitoe Coffee and Tradisional Food Kafe melakukan pengecekan suhu. F. Pitoe Coffee

batampos.id– Geliat pelaku usaha mulai kembali bergairah. Berbagai tempat makan seperti kafe, restauran dan lainnya mulai aktif membuka usaha mereka, termasuk di Pitoe Coffee and Tradisional Food.

BACA JUGA: Grand Opening Pitoe Coffee, Hadirkan Masakan Rumahan dan Kekinian

Owner Pitoe Coffee, Monika Siallagan mengatakan kafe berdiri saat pengetatan PPKM tengah diterapkan Juli lalu. Tempat usaha mulai sepi pengunjung karena pengetatan yang diterapkan pemerintah.

Selama PPKM pihaknya bersama owner lainnya berupaya memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang. Pengetatan membatasi pengunjung yang makan ditempat hanya 25 persen dari kapasitas kafe.

Monika menjelaskan sejak awal pihaknya sudah konsisten menerapkan Protokol kesehatan mulai dari pengecekan suhu saat pengunjung masuk ke kafe, penyediaan handsanitizer, serta mengatur tempat duduk agar tidak terjadi kerumunan.

“Pengunjung juga wajib mengenakan masker. Semua ini kami jalankan demi mendukung pemerintah dalam mengendalikan Covid-19,” ujarnya.

Selama PPKM berlangsung, Pitoe Coffee juga lebih sering mendapatkan pesanan melalui aplikasi market place. Menurutnya kopi merupakan hal yang tidak bisa lepas dari aktivitas penikmatnya.

“Kalau sekarang sudah mulai ada pelonggaran, namun kami tetap ingin pengunjung kafe yang juga menyediakan menu tradisional dan home made ini tetap mematuhi Protkes,” imbuhnya.

Monika menambahkan sebagai penanggung jawab kafe juga mengingatkan pengunjung untuk mematuhi Protkes agar bisa memberikan kenyamanan bagi pengunjung lainnya. Kafe juga memiliki konsep outdoor, sehingga pengunjung bisa memilih sendiri tempat duduk mereka.

“Jadi kalau mereka nyaman di luar kami sediakan tempat juga. Kami mencoba menghadirkan nuansa yang nyaman bagi semuanya sambil menikmati berbagai pilihan kopi dan menu tradisional seperti nasi liwet, cireng, dan menu lainnya,” tambahnya. (*)

 

Reporter : Yashita
editor: tunggul