Bintan-Pinang

Ada Penolakan dari Masyarakat Penyengat, Pengukuhan Sultan Dibatalkan

AKBP Fernando. (F. Yusnadi Nazar/batampos.id)

batampos.id- Polres Tanjungpinang mengadakan pertemuan bersama Organisasi Pemuda Penyengat (OPP), Lembaga Adat Melayu (LAM) serta tokoh tokoh masyarakat. Pertemuan guna menindaklanjuti adanya pengukuhan Sultan Riau Lingga yang mendapat penolakan dari masyarakat Pulau Penyengat.

BACA JUGA: Pemprov Kepri Kembali Usulkan Penyengat sebagai Warisan Budaya Dunia

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando menjelaskan permasalahan yang terjadi merupakan permasalahan keluarga. Hingga diharapkan, tidak terjadi perpecahan yang mengakibatkan Pulau Penyengat sebagai simbol Kerajaan Riau Lingga menjadi tidak kondusif dengan adanya klaim pengukuhan sultan. “Kami berupaya untuk menengahi karena potensi kerawanannya sangat tinggi,” jelasnya.

Dari pertemuan tersebut, lanjut Fernando, seluruh pihak juga setuju agar pengukuhan Kesultanan Riau Lingga dibatalkan. “Selanjutnya kami minta pemerintah agar dapat menyelesaikan dengan mekanisme dan aturan payung hukum adat,” katanya.

Sebelumnya, Ketua OPP Tohar Fahlevi mengatakan pihaknya menolak pengukuhan Tengku Harmizan sebagai Sultan Kerajaan Riau Lingga di Gedung Istana Tengku Bilik Pulau Penyengat. “Kami anggap tidak sah, dan garis keturunannya juga tidak tepat,” jelas Tohar, Selasa (19/10).

Menurutnya masa Kesultanan Riau Lingga telah berakhir pada tahun 1913. Sehingga tidak perlu adanya pengukuhan sultan. Sepengetahuannya, garis keturunan sultan, berasal dari garis keturunan laki-laki. “Yang akan dikukuhkan itu dari garis keturunan perempuan. Jadi kami menolak,” tegasnya. (*)

Reporter : YUSNADI NAZAR
editor: tunggul