Metropolis

Ratusan Pelayat Antar Jenazah Ruslan Ali Wasyim

Prosesi Pemakaman Wakil Ketua DPRD Batam

Keluarga, kerabat, dan sanak famili mengangkat jenazah Wakil Ketua II DPRD Batam, Ruslan Ali Wasyim, saat dilepas dari rumah duka di Perumahan Costarica, Batam Center, Rabu (20/10). (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Sebelum dibawa ke tempat peristirahatan terakhir, ratusan pelayat memadati rumah duka Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Ruslan Ali Wasyim, di Kompleks Perumahan Costarica, Batam Center, Rabu (20/10). Ruslan meninggal dunia di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam pada Selasa (19/10) malam setelah menjalani perawatan karena sakit.

Dalam sambutan prosesi pelepasan jenazah, adik almarhum Ruslan, Iwan Darmawan, meminta kepada seluruh rekan maupun masyarakat Kota Batam agar memaafkan almarhum jika ada salah dalam perkataan maupun tingkah laku sehari-hari. Selain itu, pihak keluarga juga meminta keikhlasan doa dari seluruh petakziah agar almarhum dijauhkan dari siksa kubur dan ditempatkan di tempat yang layak.

“Mudah-mudahan perjalanan beliau menuju peristirahatan terakhir tidak ada kendala. Sekali lagi, kami keluarga besar, memohon maaf yang sebesar-besarnya dan berterima kasih yang setingi-tingginya kepada petakziah, walaupun dalam keadaan hujan, tetap setia (datang),” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Batam, Muhammad Yunus Muda, mengatakan, Ruslan mulai meniti karier politiknya dari bawah. Ia mulai mencalonkan diri dan terpilih sebagai anggota DPRD Kota Batam sejak tahun 2009 lalu. Pada tahun itu juga, Ruslan menjabat sebagai Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Kota Batam hingga tahun 2015. Pada 2014 hingga 2019, Ruslan kembali terpilih menjadi anggota DPRD Kota Batam.

“Alhamdulillah, pada 2015, almarhum bapak Ruslan M Ali Wasyim menjadi Ketua Golkar Kota Batam. Pada saat itu saya mendampingi beliau menjadi Sekretaris,” kenang Yunus yang juga duduk di Komisi II DPRD Batam ini.

Kemudian, di periode ketiga 2019 hingga 2024, Ruslan kembali mendapat amanah untuk duduk di DPRD Kota Batam dan menjadi Wakil Ketua II DPRD Batam. Sementara di pengurus DPD II Partai Golkar Kota Batam, Ruslan diangkat menjadi Ketua Dewan Pertimbangan DPD II Partai Golkar Kota Batam. Yunus yang mewakili seluruh keluarga besar Partai Golkar Batam menyampaikan permohonan maaf dan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.

“Beliau selama ini selalu memberikan masukan dan dorongan sampai detik ini. Bahkan, seminggu yang lalu sempat datang ke kantor DPD Partai Golkar untuk rapat ulang tahun Partai Golkar. Pada hari ini, 20 Oktober 2021, tentunya ini menjadi sejarah bagi saya dan seluruh kader Partai Golkar (kehilangan Ruslan, red),” imbuhnya.

Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Muhamad Kamaluddin, mengatakan, selama ini Ruslan banyak meninggalkan kesan dan pesan yang tak bisa dilupakan. Selaku perwakilan pimpinan DPRD Kota Batam dan seluruh anggota DPRD Kota Batam, Kamaluddin menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ruslan M Ali Wasyim. Sebab, sebagai pimpinan di DPRD Kota Batam, Ruslan telah mendarmabaktikan apa yang telah menjadi komitmennya untuk bersama-sama menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Batam.

“Kami semua pimpinan dan anggota DPRD Kota Batam begitu terkesan dengan karakter dan ketokohan beliau, beliau sangat mengayomi, beliau sangat sabar, beliau sangat humble (rendah hati) dan beliau suka humor. Itulah yang menjadikan kita semua terkejut atas berpulangnya beliau,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak kepada seluruh pelayat dan mewakili DPRD Kota Batam untuk memberikan keikhlasan atas berpulangnya Ruslan Ali Wasyim dan membuka pintu maaf kepala almarhum.

“Kalaulah selama kita bergaul dengan beliau, kalaulah kita pernah berinteraksi dengan beliau, ada hal yang kurang berkenan atas kekhilafan, atas kealpaan beliau, baik itu disengaja maupun tidak disengaja, kami mohon dimaafkan,” imbuhnya.

Kehilangan Ruslan Ali Wasyim tidak hanya dirasakan oleh keluarga dan DPRD Batam. Kehilangan Ruslan juga dirasakan mantan Gubernur Provinsi Kepri pertama, sekaligus mantan Ketua Otorita Batam, Ismeth Abdullah, yang turut hadir di rumah duka. Sebelum meninggal, Ismeth juga sempat menjenguk Ruslan di RSBP Batam sebelum meninggal. Ia mengungkapkan, saat itu kondisi Ruslan sudah mulai membaik dan istrinya sudah diperbolehkan masuk ke ruang perawatan.

“Saya kembali pukul 21.00 dan sampai rumah dapat informasi dari kepala rumah sakit, pak Ruslan sudah berangkat (meninggal, red). Saat terakhir dia tidak begitu sedih. Artinya, dia gembira bisa ketemu istrinya dan bisa bergerak. Allah berikan yang terbaik,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama mengenal Ruslan, Ismeth menggambarkan sosok Ruslan merupakan salah satu tokoh muda yang penuh enegi dan semangat. Ia sempat tidak menyangka Ruslan telah meninggal dunia.

“Tapi itu semua sudah jalannya allah dan beliau telah berpulang dan kita semua juga akan mengikuti kembali ke rahmatullah. Jadi kita lepas dengan penuh kelapangan dan kita doakan semoga amal ibadahnya diterima Allah dan diampuni segara kekhilafannya. Ini semua kenangan bagi kita di Batam dan kita bangga juga karena Batam memiliki tokoh muda yang energik dan penuh semangat,” imbuhnya.

Usai dilaksanakan prosesi pelepasan jenazah, selanjutnya jenazah Ruslan kemudian dibawa ke masjid Al-Ikhlas Teluk Bakau yang merupakan tempat kelahirannya dengan diiringi isak tangis dari keluarga. Setelah disalatkan, jenazah Ruslan lalu dibawa ke pemakaman. Ratusan pelayat mengantarkan jenazah Ruslan ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Sambau, Nongsa. (*)

Reporter : Eggi Idriansyah
Editor : RATNA IRTATIK