Covid-19

Waspada, Tetap Taati Protkes

Batam, Bintan, Karimun, Natuna, dan Anambas Level I Lingga dan Tanjungpinang Masih Level II

Warga Batam beraktivitas di Dataran Engku Putri, Minggu (3/10). Seiring penurunan level status PPKM Batam, area publik di Batam mulai dibuka, termasuk Dataran Engku Puteri. Sebelumnya, Pemko Batam menutup area publik guna pengendalian Covid-19. Kini status PPKM Batam sudah berada di level I. (Iman Wachyudi/Batam Pos)

batampos.id – Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Kepulauan Anambas masuk dalam kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level I. Sedangkan Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Lingga masih harus menerapkan PPKM level 2.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kepri, M Bisri, mengatakan, seharusnya semua kota dan kabupaten di Kepri, sudah masuk level I. ”Ada kesalahan input saja, jadi yang diterima saja. Faktanya tidak ada peningkatan kasus,” kata Bisri, Rabu (20/10).

Bisri menjelaskan, tidak banyak perbedaan dalam aturan antara level I dan 2 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 54 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 3, 2, dan I.

Misalnya, sekolah di PPKM level I dan 2 tetap diperbolehkan tatap muka, namun kapasitas maksimal 50 persen. Paud juga diperbolehkan dengan maksimal 5 peserta didik per kelas. Kegiatan perkantoran baik lembaga atau pemerintah daerah maupun swasta, BUMN, serta BUMD, sudah diperbolehkan. Namun, wajib menerapkan protokol kesehatan (protkes) ketat.

Kemudian, kegiatan sektor esensial dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan protkes. Begitu juga dengan pasar tradisional, pedagang kaki lima, kelontong, pangkas rambut dapat beroperasi.

Lalu, pusat perbelanjaan, mal, dan bioskop dapat buka hingga pukul 21.00, dengan kapasitas pengunjung sebesar 75 persen. Setiap yang ingin masuk mal atau bioskop harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Kegiatan ibadah diperbolehkan dengan kapasitas 75 persen untuk wilayah zona hijau, 50 persen zona kuning dan 25 persen untuk zona oranye. Area umum seperti taman, tempat wisata sudah diperbolehkan buka dengan kapasitas 50 persen di zona hijau dan 25 persen di zona kuning.

Pelaksanaan kegiatan seni, budaya, dan sosial sudah diperbolehkan dengan kapasitas 50 persen untuk wilayah zona hijau dan 25 persen zona kuning. Begitu juga dengan resepsi pernikahan atau kegiatan masyarakat dengan ketentuan yang sama dengan pelakasanaan kegiatan seni. Untuk seminar atau pertemuan luar jaringan, baik zona hijau, kuning, dan oranye hanya diizinkan dengan kapasitas 25 persen.

Selain itu, event olahraga dapat dilaksanakan, namun dengan ketentuan capaian vaksinasi di daerah tersebut minimal 60 persen, serta wajib membentuk Satgas Penanganan Covid-19 yang berkoordinasi dengan BNPB. Seluruh pemain, ofisial, kru media, dan staf pendukung wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap orang
yang keluar masuk pada tempat pelaksanaan kompetisi dan latihan. Namun, pelaksanaan kompetisi tidak diperbolehkan menerima penonton atau kegiatan menonton bersama.

Berdasarkan Inmendagri 54/2021, Kota Batam diminta melaksanakan 220 testing per hari. Sedangkan Kabupaten Bintan 24 testing per hari, Karimun 34 testing per hari, Natuna 12 testing per hari, Lingga 13 testing per hari, Anambas 6 testing per hari, dan Tanjungpinang 31 testing per hari. Jika ada temuan kasus baru, wajib dilakukan tracing minimal 15 orang kontak terdekat.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan penurunan level ini tidak lepas dari peran semua pihak. Saat ini ruang perawatan sudah mulai kosong di rumah sakit. Jumlah pasien yang terkonfirmasi juga terus menunjukkan grafik yang positif.

”Alhamdulillah, kondisi Batam terus membaik. Pengendalian penyebaran yang dilakukan selama ini membuahkan hasil, namun tetap saya tegaskan tidak ada yang lepas masker, dan itu penting,” kata dia, Rabu (20/10).

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 61 Tahun 2021 tentang pengetatan PPKM level 1 ini akan berlaku hingga 8 November mendatang. Kondisi yang sudah baik ini harus dijaga, agar Batam bisa terhindar dari serangan gelombang lanjutan.

Sedangkan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, juga mengungkapkan perasaan bangganya atas komitmen bersama semua pihak dalam menangani pandemi Covid-19. ”Terkait capaian ini (status PPKM Batam turun ke level I, red), saya bangga atas kerja kolektif semua pihak,” ujar Amsakar.

Ia mengatakan, tren penanganan yang baik ini harus dipertahankan hingga Batam terbebas dari pandemi Covid-19. Menurutnya, dalam praktiknya Pemko Batam dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus berkoordinasi. Gerakan bersama menekan pandemi semakin diperkokoh andil relawan yang membantu garda terdepan yakni tenaga medis.

”Masyarakat juga harus terus berperan. Tetap taati protkes, pakai masker, jaga jarak hingga sukseskan vaksinasi. Kita harus syukuri penanganan Covid-19 semakin baik, sekarang level 1 dan jangan sampai kita biarkan naik level lagi,” harap dia.

Syarat Penerbangan Belum Berubah

Terpisah, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, dr Achmad Farchanny, MKM, menyampaikan belum ada perubahan untuk syarat penerbangan antarprovinsi ataupun dalam provinsi. ”Masih merujuk pada SE Gugus Tugas Nomor 17 Tahun 2021,” katanya, kemarin.

Ia menuturkan, berdasarkan SE Gugus Tugas tersebut, calon penumpang yang sudah vaksin dua kali hanya perlu menyertakan surat keterangan negatif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan antigen. Namun, jika baru sekali divaksin, wajib memperlihatkan negatif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). ”Belum divaksin, tapi boleh melakukan perjalanan,” ujarnya.

Farchanny mengatakan berdasarkan aturan Inmendagri terbaru, ada perubahan aturan perjalanan. Inmendagri sebelumnya, aturannya mirip dengan SE Gugus Tugas Nomor 17. Sedangkan Inmendagri terbaru, kata Farchanny, baik yang sudah vaksin sekali maupun dua kali wajib menyertakan negatif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan PCR.

Namun, Farchanny mengaku syarat perjalanan tidak diterapkan berdasarkan aturan Inmendagri ini. ”Kami semuanya (KKP seluruh Indonesia) menunggu terbitnya surat edaran terbaru Gugus Tugas dan Menteri Perhubungan,” jelasnya.

Ia mengatakan, sampai SE Gugus Tugas dan Menteri Perhubungan terbaru keluar, KKP Batam akan melakukan pemeriksaan berdasarkan SE Gugus Tugas Nomor 17. ”Jadi masih aturan lama,” imbuhnya. Farchanny menambahkan bahwa aturan terbaru akan keluar dalam waktu dekat. ”Sampai saat ini kami masih menunggu, mungkin malam ini atau besok,” tuturnya.

Sementara General Manager BUBU Hang Nadim Batam, Bambang, juga menyampaikan bahwa belum ada perubahan syarat penerbangan meski status PPKM Batam sudah turun ke level I. ”Sampai saat ini belum ada (perubahan), jika sudah ada saya info,” katanya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA
YULITAVIA
Editor: MOHAMMAD TAHANG