Internasional

Nenek 96 Tahun Diadili Atas Pembunuhan 11 Ribu Warga Yahudi

Terdakwa Irmgard F, mantan sekretaris komandan SS di kamp konsentrasi Stutthof, duduk di ruang pengadilan di Itzehoe, Jerman beberapa waktu lalu. (F Christian Charsius/Pool/AFP)

batampos.id – Nenek berusia 96 tahun, Irmgard Furchner diadili dan dinyatakan bersalah atas pembunuhan 11 ribu warga Yahudi di Kamp Konsentrasi Stutthof, Polandia. Saat itu dia bekerja sebagai sekretaris untuk Komandan Paul-WernerHoppe.

Selama beberapa dekade, Furchner adalah perempuan pertama yang diadili atas kejahatan pada era Nazi. Karena kejahatan itu dilakukan ketika dia masih muda, prosesnya berlangsung di pengadilan remaja.

Sejatinya dia dijadwalkan sidang pada akhir September 2021. Namun, ketika itu Furchner melarikan diri dari panti jompo tempatnya tinggal di Quickborn.

Dia pergi ke stasiun metro dan berhasil menghindari polisi selama beberapa jam. Furchner ditemukan di dekat Hamburg dan akhirnya ditahan selama lima hari.

Dalam sidang, dia duduk di kursi roda serta memakai masker, kacamata, dan scarf motif bunga di kepala. Dia memegang tas kecil di pangkuannya.

Furchner hampir tidak berbicara sama sekali sepanjang sidang selain untuk mengonfirmasi identitasnya kepada hakim Dominik Gross.

Di persidangan, para jaksa memaparkan penderitaan korban di kamp tempat Furchner bekerja dulu. Ketika mereka dibawa ke menara gas, suara gedoran pintu dan tangisan terdengar di seluruh kamp. Sekitar 65 ribu orang tewas. Pekerjaan administrasi yang dilakukan Furchner memastikan kelancaran kamp dan membuatnya tahu tentang semua peristiwa di Stutthof. Karena itulah, dia dinilai terlibat.

Pengacara Furchner, Wolf Molkentin, menjelaskan, kliennya tidak menampik pembunuhan yang mengerikan tersebut. Namun, dia menolak memikul tanggung jawab kriminal. “Proses hukum terhadapnya tidak masuk akal pada usianya saat ini. Karena itulah, dengar pendapat dibatasi hanya dua jam per hari,” ujar Molkentin seperti dikutip Agence France-Presse (AFP).

Di luar pengadilan, demonstran membawa berbagai tulisan yang menentang fasisme. Mereka memberikan penghormatan untuk para korban di kamp Stutthof. Mereka yang menentang fasisme menegaskan, Furchner cukup sehat untuk melarikan diri. Karena itu, dia juga cukup sehat untuk menjalani hukuman penjara atas perbuatannya sebagai penjahat kemanusiaan di masa lalu. (*)

Reporter: Jpg
Editor: Chahaya Simanjuntak