Properti

CWS Catat Penjualan Kotor Rp 90 Miliar,  Produk Premium Dongkrak Penjualan

Ciputra World Surabaya menyebutkan kinerja penjualan bangunan vertikal berhasil mencatatkan pertumbuhan tahun ini. f. istimewa

batampos.id – Beberapa pengembang bangunan vertikal masih mencatatkan pertumbuhan. Mereka mengandalkan pasar premium untuk bisa mendongkrak penjualan.

Operational General Manager Apartment, SOHO & Office Tower Ciputra World Surabaya (CWS) Tutut Gunaedi mengatakan, kinerja penjualan bangunan vertikal memang belum bisa pulih seperti masa normal. Namun, pihaknya berhasil mencatatkan pertumbuhan tahun ini.

“Sampai Oktober ini, kami berhasil mencatat penjualan kotor senilai Rp 90 miliar. Itu sudah melebihi target tahunan kami Rp 50 miliar dan jelas jauh naik dibandingkan tahun lalu,” katanya kepada JPGROUP, Kamis (21/10).

Salah satu pendorong kinerja tersebut adalah produk premium. Tahun ini, pihaknya sudah berhasil menjual unit penthouse dengan luas 500 meter persegi (m2). Padahal, produk tersebut belum tentu laku dalam satu tahun.

Dia menjelaskan, tiga di antara empat pembeli penthouse merupakan repeat buyer. Mereka sebenarnya sudah punya hunian di kawasan CWS. Namun, mereka ingin pindah ke unit yang lebih besar.

Selain itu, penjualan gedung perkantoran sudah mencapai 71 persen dari unit yang disediakan. Kemudian, penjualan apartemen tahap tiga, Vertu, juga sudah mencapai 75 persen. Sementara itu, penjualan SOHO (small office/home office) Vieloft baru mencapai 58 persen.

BACA JUGA: Investor Properti Pilih Kunjungan Virtual

“’Yang jadi masalah justru apartemen kami yang punya luas di bawah 100 m2. Saat ini, baru terjual 11 persen saja dari 90 unit yang tersedia,” imbuhnya.

Semula, pihaknya mengembangkan produk dengan desain unit ukuran kecil setelah berdiskusi dengan broker properti. Mereka mengatakan bahwa tren apartemen terus mengecil. Namun, justru produk tersebut tak lagi.

“Saat ini, berencana untuk melakukan redesain produk mereka dengan memperbesar luas per unit,” tuturnya. (*)

Reporter: JPG Group
Editor: Suprizal Tanjung