Karimun

Ibu Kota Kabupaten Karimun Dikepung Sampah

Ibu kota kabupaten Karimun disajikan pemandangan gunungan sampah. f.TRI HARYONO

batampos.id- Kabupaten Karimun baru menginjak usia ke-22 tahun, tepatnya 12 Oktober lalu. Namun, sejak hari Jumat (22/10) lalu hingga Minggu (24/10) sepanjang jalan terlihat tumpuhkan sampah yang mulai menggunung. Tidak di jalan-jalan utama, termasuk di depan rumah dinas Bupati Karimun yang ada tong sampah juga menumpuk.

BACA JUGA: Sampah Makanan 184 Kg Setahun Setara Kasih Makan Ratusan Juta Orang 

” Ya beginilah, kalau sudah terekpose ke media baru sibuk. Sudah sering kejadian seperti ini, padahal kabupaten Karimun sudah kali kesekian meraih Adipura,” terang Ketua DPW LMB Kepri Datok Azman Zainal.

Dikatakan, apalagi ada kedatangan tamu Bupati Meranti Muhammad Adil apakah tidak mau melihat kondisi ibu kota kabupaten Karimun yang dipenuhi sampah. Artinya, para pembantu Bupati Karimun tidak peka terhadap kinerjanya. Dan, ada beberapa OPD yang mendapatkan rapor merah yang perlu dilakukan evaluasi secepatnya.

” Saya tidak menyalahkan Bupati Karimun dalam hal ini. Sebab, sudah memiliki pembantu-pembantu yang harus bekerja. Masak, semua harus ke Bupati semuanya,” tanya Azman lagi.

Untuk itu ia berharap kepada Bupati Karimun, untuk benar-benar melakukan evaluasi kembali kepada para pembantunya. Agar, tidak kembali terulang lagi kejadian yang cukup memalukan ini. Jangan mentang-mentang hari libur, para pembantu bupati turut libur juga dan mulai bekerja pada jam kerja.

” Anda bisa lihat sendiri, kemarin (Minggu-red) biasanya orang luar banyak masuk ke Karimun untuk bekerja diperusahaan. Secara otomatis, mereka akan membahas kenapa sampah banyak dimana-mana,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Karimun Sugianto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya mengalami kendala BBM jenis solar yang kosong sejak hari Jumat (11/10) lalu. Sehingga, tidak dapat mengoperasikan truk-truk pengangkut sampah untuk mengangkut sampah.

” Biasanya kita beli di SPBU Poros. Karena ada peralihan dari Pertamina terhadap BBM, saya akan usahakan mendapatkan BBM tersebut. Paling penting, diangkut diwilayah kota dahululah,” jawabnya.

Untuk kendaraan pengangkut sampah sendiri, saat ini ada delapan unit. Namun, tidak semuanya beroperasi mengingat kondisi kendaraan yang perlu banyak perbaikan. Sebab, beberapa waktu lalu baru satu unit yang selesai diperbaiki dan petugas pengangkut sampah tidak ada kendala saat ini.

” Insyallah, hari ini (Senin-red) kita angkut semualah. Kendaraan pengangkut sampah juga sudah pada tua, perlu dilakukan peremajaan,” ucapnya.

Pantauan dilapangan, mulai dari halaman rumah dinas Bupati terlihat tumpukan sampah, kemudian didaerah wisata baru Coastal Area juga sepanjang jalan sampah-sampah menggunung. Kemudian, dijalan A Yani sepanjang pertokoan juga terlihat sampah-sampah yang sudah menumpuk dan dihinggapi lalat.

” Entahlah sampah dah dua hari tak diangkut. Saya, takutnya nanti dibongkar kucing dan berseraklah,” keluh Basir salah seorang pemilik penjual pakaian di jalan Nusantara,” kataya. (*)

Reporter : TRI HARYONO
Editor : tunggul