Ekonomi & Bisnis

Pertamina: Stok BBM Aman hingga Akhir Tahun

 

batampos.id – Pertamina Kepri memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Kota Batam, aman hingga akhir tahun. Bahkan, menyongsong berbagai kebijakan untuk mendongkrak perekonomian dan pariwisata di Kepri setelah adanya kelonggaran aktivitas masyarakat dari berbagai kebijakan pembatasan sosial, Pertamina memastikan tak ada masalah dengan pasokan BBM.

”Level PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sudah membaik, pemerintah berencana melakukan berbagai upaya pemulihan dan perekonomian seperti pembukaan travel bubble (koridor perjalanan) dan lain sebagainya, kami siap. Dukungan energi tersedia dengan baik hingga akhir tahun,” ujar Sales Area Manager (SAM) Kepri Pertamina, Fachrizal Imaduddin, saat menghadiri sosialisasi Kinerja dan Penyuluhan Regulasi Badan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Tahun 2021 di Kampus Institut Teknologi Batam di Tiban, Sabtu (23/10).

foto: Iman Wachyudi / Batam Pos

Berdasarkan data dari BPH Migas, penyaluran BBM di Kepri umumnya belum mencapai target tahunan. BBM bersubsidi misalkan, masih di bawah angka 80 persen penyalurannya.

Rinciannya, BBM jenis solar penyaluran baru mencapai 98.495 kiloliter atau sekitar 80 persen dari kuota tahunan yakni sebanyak 123.214 kiloliter. Begitu juga premium, penyaluran baru mencapai 136.110 kiloliter atau sekitar 52 persen dari kuota tahunan sebanyak 262.408 kiloliter.

Untuk itu, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir sebab kuota untuk triwulan keempat ini masih mencukupi hingga akhir tahun, termasuk untuk mendukung berbagai kebijakan pemerintah daerah dalam hal menggenjot perkonomian dan pariwisata di Kepri.

”Jadi, tak perlu ada kepanikan, stok masih aman hingga akhir tahun,” ujar Fachrizal.

Minta Masyarakat Awasi Pendistribusian BBM

Penyaluran BBM bersubsidi 2021 di Kepri belum mencapai target. Pada triwulan berjalan, penyaluran baru mencapai angka 80 persen untuk BBM subsidi jenis solar dan 52 persen BBM subsidi jenis premium. Perlu peran aktif semua pihak agar penyaluran BBM bisa tepat sasaran dan mencapai target kuota tahunan yang telah ditentukan.

”Pengaturan dan pengawasan sudah berjalan maksimal dari teman-teman distributor di daerah, termasuk pemerintah daerah. Mungkin masih ada kendala-kendala yang ditemui sehingga perlu peran aktif seluruh lapisan masyarakat untuk mengawasinya,” ujar Komite BPH Migas, Eman Salman Arief, saat melakukan Sosialisasi Kinerja dan Penyuluhan Regulasi BPH Migas Tahun 2021 bersama Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Kepri, Asman Abnur, di kampus Institut Teknologi Batam di Tiban, Sabtu (23/10).

Dalam sosialisasi tersebut, baik pihak BPH Migas, Pertamina dan Asman Abnur sama-sama memaparkan tugas dan fungsi masing-masing dalam hal penanganan, penyaluran hingga pengawasan BBM di daerah.

BPH Migas bersama DPR RI berembuk memutuskan berapa kuota minyak yang harus dikirim ke daerah. Perencanaan ini juga mencakup penentuan harga subsidi dan aturan pendistribusian lainnya.

Selanjutnya adalah pelaku distributor yang bekerja menyalurkan BBM hingga ke masyarakat. Dalam sosialisasi ini, masing-masing pihak menyampaikan peran dan tanggung jawabnya dengan harapan masyarakat bisa memahami jalur pendistribusian BBM yang sebenarnya.

Peserta yang hadir di sosialisasi tidak hanya mahasiswa, namun juga masyarakat umum yang sudah menerima undangan sosialisasi sebelumnya. Asman Abnur dalam arahannya, menyambut baik sosialisasi tersebut. Dia berharap, masyarakat paham dan mau berperan aktif mengawasi pendistribusian BBM di Kepri. Sebagai wakil masyarakat Kepri di DPR RI, Asman berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi Kepri. Khusus untuk persoalan BBM ini, dia akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar pendistribusian bisa mencapai target kuota tahunan dan tepat sasaran.

”Saya yakin masyarakat Kepri bisa mengerti kalau sudah memahami alurnya dengan baik. Kalau sudah paham, tentu bisa menjalankan tugas pengawasan sebagai masyarakat yang berhak menerima BBM bersubsidi ini,” ujarnya. (*)

 

 

 

Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : RATNA IRTATIK