Metropolis

Terimakasih Dokter Indonesia Atas Dedikasi Selama Pandemi

 

batampos.id – Hari dokter nasional tahun ini, yang dirayakan 24 Oktober masih dalam suasana pandemi. Hampir dua tahun, para dokter dan tenaga kesehatan lainnya tungku lumus dalam penanganan pandemi.

Bersasarkan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri, sebanyak 171 orang terpapar Covid-19. Kebanyakan dokter terpapar ini di Batam.

Tak hanya itu, IDI Kepri mencatat sebanyak 6 orang dokter meninggal akibat Covid-19.

Covid-19 melandai tapi belum usai. Masih perlu waspada.
Foto: Yusuf Hidayat / Batam Pos

“Beberapa diantaranya, mereka yang berhadapan langsung dengan pasien (Covid-19),” kata Ketua IDI Kepri, dr Rusdani, Minggu (24/10/2021).

Rusdani mengatakan para dokter, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat. Sehingga saat pandemi, para dokter bersama tenaga kesehatan lainnya berhadapan langsung dengan Covid-19.

“Stress pastilah saat awal-awal pandemi. Karena tiap hari berhadapan dengan pasien, tapi lambat laun stress itu hilang dan terbiasa dengan keadaan. Para dokter siap perang dengan virus ini,” ujarnya.

Rusdani mengatakan periode Juli dan Agustus, adalah yang terberat bagi para dokter. Karena, di gelombang kedua pandemi di Kepri, jumlah pasien meningkat tajam. Sehingga daya tampung rumah sakit menurun.

Selain itu, angka kematian terus meningkat, membludaknya pasien Covid-19.

Namun, gelombang kedua ini berhasil dilewari, berkat kerjasama semua pihak. Kini, kata Rusdani dokter sedikit lebih santai dan bisa merawat pasien non Covid-19.

“Covid mulai reda. Kasus masih ada, tapi tidak banyak. Hanya satu atau dua saja sehari, bahkan beberapa waktu ini nol kasus seharinya,” tutur Rusdani.

Rusdani mengatakan bahwa para dokter berharap masyarakat tidak abai terhadap Covid-19. Saat ini, kasus Covid-19 melandai, namun kemungkinan naik tetap bisa terjadi.
“Kami harap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya.

Berdasarkan perkiraan dari pakar epidomologi, memperingatkan gelombang ketiga pandemi di Desember. Kementerian Kesehatan, kata Rusdani sudah memberikan aba-aba terkait kemungkinan gelombang ketiga ini.

Salah satu indikasi gelombang ketiga, mulai adanya kelonggaran dan mobilisasi masyarakat.

“Gelombang kedua lalu, sudah diperkirakan pakar epidomologi dan memang terjadi di Juli serta Agustus. Makanya, masyarakat haruslah selalu menaati protkes, agar tidak ada gelombang ketiga,” tuturnya.

Terkait hari dokter, salah satu penyintas dan juga Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengucapkan terimakasih kepada para dokter.

“Terimakasih dokter se Indonesia, atas dedikasinya dalam penanganan pandemi,” ujarnya.

Amsakar mengatakan peranan para dokter cukup sentral dalam penanganan pandemi. Para dokter berhadapan langsung ke pasien-pasien Covid-19 dan berusaha menyembuhkan mereka.

“Terimakasih dokter se Indonesua, khususnya Batam yang all out bahu membahu bersama satgas (Covid-19),” ujarnya.

Ia mengatakan kasus Covid-19 turun dan jumlah pasien yang dirawat sembuh, tak lepas dari peran para dokter. Amsakara berharap para dokter tetap semangat dalam memberikan pelayanan ke masyarakat.

“Bantulah masyarakat yang menghadapi persoalan kesehatan. Sekali lagi terimakasih para dokter,” pungkasnya.

 

Reporter : FISKA JUANDA