Bintan-Pinang

200 Warga Pinang Diduga jadi Korban Arisan Online

AKP Rio Reza Parindra

batampos.id– Sebanyak tiga warga melapor ke Mapolres Tanjungpinang, Selasa (26/10). Pasalnya, tiga warga Tanjungpinang tersebut merasa tertipu arisan daring (online) G’mes Gemilang.

BACA JUGA:Judi Online Beroperasi dari kawasan Sukajadi, Satreskrim Gerebek Server Judi Online

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Parindra mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari tiga korban yang diduga tertipu arisan online. Saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terkait dugaan penipuan dan penggelapan tersebut. “Masih kami selidiki,” katanya.

Pihaknya menduga, korban dari arisan online tersebut tidak hanya tiga pelapor. Diduga peserta arisan yang merasa tertipu mencapai puluhan orang. “Kami masih menunggu laporan dari korban lainnya,” jelas Rio.

Sementara itu, salah seorang pelapor yakni SN mengaku ia menjadi anggota atau member arisan G’mes Gemilang sejak 16 September 2021. Ia menyetor uang arisan sebanyak Rp 14 juta langsung ke rekening owner atau pemilik arisan yakni ALS. Namun sejak 28 September 2021, ALS menghilang dan tidak bisa dihubungi. “Bukan hanya saya, peserta arisan yang merasa tertipu itu ada 200 orang,” kata SN usai membuat laporan di Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Pelapor berharap, dengan laporan tersebut, terlapor yakni ALS mempunyai itikad baik untuk menjelaskan masalahnya dan mengembalikan uang peserta yang telah disetor. “Saya berharap masalah ini dapat diselesaikan baik baik. Uang saya kembali, tapi kalau tidak bisa selesai ya proses hukum,” harap SN.

Sebelumnya diketahui, terlapor yakni ALS yang bertindak sebagai owner membuka arisan online bernama G’mes Gemilang. Terlapor lalu membuat grup WhatsApp (WA) dan mengundang sejumlah peserta menjadi anggota atau member grup arisan. Dalam arisan tersebut, terlapor menjanjikan keuntungan kepada peserta arisan. Peserta arisan lalu tertarik dengan ajakan tersebut. Awalnya, arisan online berjalan lancar. Peserta mendapat keuntungan sesuai dengan yang dijanjikan. Namun beberapa bulan terakhir, peserta yang telah menyetor uang, tidak mendapat kabar lanjutan terkait arisan tersebut. Terlapor juga tidak dapat dihubungi. (*)

Reporter : YUSNADI NAZAR
editor: tunggul