Nasional

Suhajar Diantoro Jabat Plt Sekjen Kemendagri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menunjuk Staf Ahli Menteri Bidang Pemerintahan Suhajar Diantoro sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). (dok Kemendagri)

batampos.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menunjuk Staf Ahli Menteri Bidang Pemerintahan Suhajar Diantoro sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Suhajar yang juga mantan Sekda Kepri ini menggantikan sementara posisi Muhammad Hudori yang wafat pada Minggu (24/10).

Tito menjelaskan, kekosongan posisi Sekjen Kemendagri harus segera diisi, mengingat jabatan itu sangat penting. Menurutnya, jabatan tersebut serupa jantung bagi Kemendagri.

Keberadaan Sekjen sangat dibutuhkan dalam membantu pelaksanaan tugas seorang Menteri. Terlebih, di Kemendagri tidak ada jabatan wakil menteri, sehingga Sekjen menjadi orang kedua setelah Mendagri.

“Untuk itulah saya tidak mau terlalu lama juga (jabatan Sekjen kosong), karena akan berat bagi saya sendirian,” kata Tito saat penyerahan Surat Keputusan Plt Sekjen Kemendagri, Selasa (26/10).

Tito mengungkapkan alasannya memilih Suhajar sebagai Plt Sekjen Kemendagri, karena memiliki banyak pengalaman, salah satunya pernah menjadi Plt Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), termasuk Penjabat Gubernur Kepulauan Riau.

Bahkan sebelumnya, Tito juga sempat menunjuk Suhajar sebagai Pelaksana harian (Plh) Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil).

Saat menjabat posisi tersebut, lanjut Tito, berbagai pekerjaan seperti menyangkut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Instruksi Mendagri soal PPKM, dan lainnya turut dikerjakan Suhajar.

Sementara itu, dalam menjalakan tugasnya sebagai Plt Sekjen Kemendagri, Tito berpesan agar Suhajar dapat melakukan rapat tiap minggu membahas belanja komponen Kemendagri. Dia meminta agar belanja komponen terus dipantau dan dilihat siapa yang paling rendah angkanya.

“Langkah itu dilakukan agar belanja komponen hingga akhir tahun, tidak lebih rendah dari tahun 2020,” ungap Tito.

Oleh karena itu, mantan Kapolri ini berharap, dengan adanya Plt Sekjen Kemendagri kegiatan organisasi dapat tetap berjalan. Dirinya juga meminta agar semua pihak bisa mendukung pekerjaan yang dilakukan Plt Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim