Nasional

Jokowi Bicara Ketahanan Kesehatan hingga Myanmar di KTT ASEAN

Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang digelar secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 26 Oktober 2021.(LUKAS SETPRES)

batampos.id – Selasa (26/10) kemarin Presiden Joko Widodo mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-38 dan ke-39 ASEAN yang dihelat dari 26 hingga 28 November secara virtual. Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menyinggung terkait pandemi hingga perekonomian.

Penurunan angka kasus Covid-19 di kawasan ASEAN menurut Jokowi harus bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk bangkit bersama. Untuk itu, dia mengajak para pemimpin ASEAN untuk melakukan sejumlah langkah percepatan dan penguatan di bidang kesehatan.

”ASEAN harus terus melakukan pembelian vaksin untuk anggotanya, terus memerangi diskriminasi dan politisasi vaksin,” ucapnya pada KTT ke-38, kemarin. Jokowi menekankan pentingnya percepatan vaksinasi di kawasan. Saat ini, tingkat vaksinasi penuh di kawasan ASEAN masih 10 persen di bawah rata-rata dunia.

Jokowi menekankan pentingnya penguatan arsitektur kesehatan kawasan. Ini sebagai langkah antisipasi dalam mengatasi pandemi di masa depan. Harus ada harmonisasi kebijakan darurat kesehatan publik antarnegara ASEAN, terkait dengan deteksi, mitigasi, dan cross border policy, harus segera dilakukan. ”Di saat yang sama, kawasan ASEAN didorong menjadi hub pusat produksi alat kesehatan, diagnostik, obat-obatan dan vaksin kawasan,” ungkapnya.

Keberhasilan dalam bidang kesehatan, lanjut Presiden, akan membuka pintu kesuksesan di bidang perekonomian. ADB Outlook 2021 memperkirakan pertumbuhan ekonomi ASEAN di tahun 2022 sebesar 5 persen. ”Kita harus membuktikan bahwa kita bisa mencapai lebih dari itu, dengan cara disiplin bekerja sama dan melakukan langkah bersama,” ujarnya.

Ada banyak agenda bersama yang perlu dilakukan bersama. Jokowi menekankan pentingnya reaktivasi perjalanan, termasuk pariwisata, yang aman dari Covid-19. ”Penerapan koridor perjalanan berdasar ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework (ATCAF) perlu segera diimplementasikan dengan tertib,” ungkapnya.

Selain itu, adaptasi menuju ekonomi digital harus dipercepat di semua negara. Jokowi menilai sebagai kawasan dengan pertumbuhan internet tercepat di dunia, potensi ekonomi digital ASEAN sangat besar. ”Selama pandemi, ekonomi digital tumbuh mencapai 100 miliar dolar AS di tahun 2020,” ucapnya.

Pada pertemuan lainnya, Jokowi mengungkapkan ASEAN bisa menjadi lokomotif stabilitas dan kesejahteraan kawasan. Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika menghadiri KTT ASEAN ke-39 kemarin. “Kita hidup dalam situasi yang sangat dinamis, dimana rivalitas antara kekuatan besar menjadi makin mengemuka,” ujarnya.

Hal lain yang disampaikan Jokowi adalah bahwa Myanmar memiliki hak untuk hidup dalam damai dan sejahtera. ASEAN harus mengambil peran ini. Dia mengingatkan kembali saat ada pertemuan Leaders’ Meeting di Jakarta pada 24 April lalu, ASEAN akan dapat membantu Myanmar keluar dari krisis politik di negaranya.

”Sayangnya, uluran tangan keluarga ini tidak disambut baik oleh militer Myanmar. Akses yang diminta oleh Utusan Khusus ASEAN sampai saat-saat akhir KTT masih belum diberikan oleh militer Myanmar,” ucap Jokowi.

Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, menambahkan, Myanmar sejatinya tetap diundang dalam KTT ASEAN. Namun, hanya pada level non-politik. Hal ini sesuai dengan keputusan emergency meeting para menteri luar negeri ASEAN sebelumnya.

Sayangnya, sampai pelaksanaan KTT, Myanmar tidak menyampaikan wakil pada level non-politik. Kendati begitu, screen untuk Myanmar tetap disiapkan. ”Myanmar adalah anggota ASEAN,” ujar Retno dalam press briefing usai mendampingi Jokowi.

Diakuinya, mengundang Myanmar hanya pada tingkat non-politik merupakan keputusan berat. Akan tetapi, harus dilakukan lantaran junta militer tidak menjalankan 5 konsensus yang telah disepakati dalam ASEAN Leaders meeting sebelumnya.

Ia menyampaikan, sikap Myanmar turut disayangkan oleh Jokowi. Terutama, terkait uluran tangan ASEAN sebagai keluarga yang tak disambut dengan baik. Di mana, akses yang diminta oleh utusan khusus ASEAN untuk dapat bertemu dengan semua pihak terkait tak juga diberikan oleh pihak junta militer. Bahkan, sampai terakhir menjelang KTT digelar.

Namun di sisi lain, lanjut dia, Presiden Jokowi mengingatkan penting bagi ASEAN dan Indonesia untuk tetap menjaga penghormatan terhadap prinsip tidak campur tangan. Hal ini sesuai dengan Piagam ASEAN yang menjunjung demokrasi, good governance, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan pemerintahan yang konstitusional. (*)

Reporter: JP GROUP
Editor: MOHAMMAD TAHANG