Karimun

Kanwil DJBC Kepri Amankan 21.186 Batang Kayu Bakau yang akan Diselundupkan

Petugas Kanwil DJBC Khusus Kepri ketika mengamankan kayu kayu bakau penangkapan terhadap KM Rafida Jaya. f,KANWIL DJBC Khusus Kepri

batampos.id– Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri hingga bulan Oktober 2021 telah melakukan penindakan barang-barang tidak memiliki surat-surat resmi. Salah satunya, kayu bakau yang akan diselundupkan ke negeri Jiran Malaysia. Terakhir satuan tugas patroli laut Bea Cukai kembali menggagalkan upaya penyelundupan 7.647 batang kayu bakau penangkapan terhadap KM Rafida Jaya di perairan Panjang Utara, Senin (18/10) lalu.

BACA JUGA: Barang Hasil Penindakan BC dan Bisa Digunakan Belajar Dihibahkan ke Yayasan TPQ Fastabiqul Khairat

” KM Rafida Jaya bersama 4 awak kapal kedapatan membawa batang kayu bakau dari Selat Riau yang akan diselundupkan ke Malaysia (Batu Pahat). Berdasarkan, Undang-undang No 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan pembalakan kayu bakau secara ilegal. Dan, merusak ekosistem sekitar, selain itu pengangkutan secara ilegal ke luar daerah pabean juga melanggar UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan khususnya Pasal 102A. Karena mengangkut barang ekspor yang dilarang dan dibatasi tanpa dilengkapi dengan dokumen pabean yang sah,” terang Kakanwil DJBC Khusus Kepri Akhmad Rofiq, Selasa (26/10).

Dikatakan, Kanwil DJBC Khusus Kepri terus berkolaborasi dengan seluruh instansi terkait untuk melindungi lingkungan dari perambahan hutan bakau secara ilegal. Berdasarkan data penindakan pada tahun 2020 Kanwil BC Kepri telah mengamankan sebanyak 7.647 batang kayu bakau dan pada tahun 2021 sampai saat ini sebanyak 21.186 batang.

” Terjadi kenaikan, cukup banyak pada tahun ini dalam penindakan terhadap jumlah batang kayu sebanyak 280 persen,” tuturnya.

Sehingga, sejalan dengan amanat presiden Joko Widodo yang beberapa waktu yang lalu melakukan penanaman mangrove atau hutan bakau di Kepulauan sekitar Batam. Dan, berpesan bahwa Indonesia memiliki kurang lebih 20 persen dari total hutan mangrove yang ada di dunia. Arrtinya, Indonesia memiliki sebuah kekuatan dalam potensi hutan mangrove.

” Paling penting adalah bagaimana memelihara, bagaimana merawat, bagaimana merehabilitasi yang rusak, sehingga betul-betul hutan mangrove kita ini semuanya terjaga. Dan, beliau juga mengatakan bahwa pemerintah pun melibatkan peran dari berbagai pihak dalam kegiatan rehabilitasi hutan mangrove yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan, petugas Bea Cukai telah membawa barang bukti beserta 4 awak kapal ke Kanwil Khusus Bea Cukai Kepulauan Riau untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum. Ditengah-tengah Pandemi Covid-19 yang masih terus berkelanjutan tidak menyurutkan kegiatan pengawasan dan penegakan hukum oleh Bea Cukai. Bea Cukai akan terus meningkatkan komitmen untuk secara kontinu melakukan pengawasan demi kedaulatan hukum di wilayah perairan Indonesia.

” Tetap kita terus melakukan penindakan barang-barang yang tidak memiliki surat-surat untuk dikirim ke luar negeri,” tegasnya. (*)

Reporter : TRI HARYONO
Editor : tunggul