Sport

Lobi Kepada WADA Terus Berlanjut

Ketua KOI Raja Sapta Oktohari. (F. Lokananta.id)

batampos.id – Di tengah persoalan sanksi Badan Anti Doping Dunia (WADA), Indonesia resmi menjadi kandidat tuan rumah World Beach Games (WBG) 2023. Indonesia bersaing dengan Hongkong untuk status host. Hal itu diumumkan pada ANOC General Assembly di Crete, Yunani pada Senin (25/10) lalu.

Indonesia pernah menjadi tuan rumah event serupa pada 2008 silam. Saat itu Indonesia berhasil menyelenggarakan Asian Beach Games pertama di Bali. ANOC akan berkunjung ke Indonesia pada akhir tahun untuk melihat venue dan fasilitas.

“Ini momentum bagaimana harus sesegera mungkin membereskan isu-isu yang terjadi di Indonesia. Perlu dipahami bahwa sanksi dijatuhkan WADA karena belum compiled. Kemudian makin jelas ada 24 pending matters yang terjadi selama beberapa tahun,” kata Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari dalam jumpa pers virtualnya kemarin (26/10)

Pada kesempatan yang sama Okto (sapaan Raja Sapta Oktohari) telah bertemu dengan Presiden WADA Witold Banka dan Sekjen Olivier Niggli di ANOC General Assembly. Dalam kesempatan itu Okto menjelaskan tentang komitmen Indonesia terbebas dari sanksi WADA.

BACA JUGA: Komite III DPD RI Sesalkan Merah Putih Gagal Berkibar Meski Juara Thomas Cup

“Semua stakeholder WADA dan JADA sepakat untuk membantu mempercepat semua proses sehingga sanksi bisa segera dicabut,” lanjut Okto.

Sementara itu Wakil Ketua LADI Rheza Maulana menjelaskan bahwa saat proses sudah dalam tahapan evaluasi apakah sudah sesuai atau masih ada yang perlu ditambah. Sebanyak 24 pending matter sudah diserahkan kepada WADA. Kemudian mereka akan melakukan MoU dengan JADA.

“Supervisi seperti apa bentuknya dengan JADA, berapa lama waktunya. Selama ada supervisi dari JADA itu, mereka akan melaporkan ke WADA. Jika laporannya baik, maka sanksi bisa segera dicabut. Kalau masih ada yang perlu dievaluasi, ini yang butuh waktu lebih lama,” kata Rheza. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung