Metropolis

Nilai Ekspor Ikan dan Rengkam dari Batam Capai Miliaran

Pekerja PT KBS telah melakukan packing untuk produk rengkam yang akan diekspor ke luar negeri. F.Rifki

batampos.id– Batam memiliki pasar ekspor komoditi ikan laut yang cukup menjanjikan. Nilai ekspor dari Batam pada semester pertama 2021 naik cukup signifikan dibanding semester pertama 2020. Begitu juga dengan rumput laut Sargassum SP yang kini juga menjadi komoditi ekspor andalan dari Batam.

BACA JUGA: Ibu Ibu di Kelurahan Tanjunguncang Dilatih Buat Aneka Olahan Berbahan Ikan

Berdasarkan data dari Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu (SIKPM) dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Batam, ekspor ikan pada semester pertama 2020 sebesar Rp 119,6 miliar. Kemudian di semester pertama 2021 meningkat menjadi Rp 170,9 miliar. Pandemi seakan tidak berpengaruh kepada ekspor ikan ke luar negeri.

“Dengan inventarisasi dari 19 hingga 25 Oktober, komoditi mati konsumsi senilai 96.873 kilogram. Jenisnya seperti ikan kerapu, tenggiri, ketarap, kaci, baronang dan lain-lain. Sedangkan untuk komoditi hidup konsumsi, misalnya lobster, kepiting bakau, rajungan, betutu dan lain-lain mencapai 24.267 ekor. Khusus untuk Sargassum, total ekspor 461.645 kilogram,” kata Kepala SKIPM dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Batam, Anak Agung Gede Eka Susila saat acara Indonesia Satu Ekspor di PT Kencana Bumi Sukses (KBS), Pulau Setokok, Jembatan Dua Batam, Selasa (26/10).

Adapun negara tujuan utama yakni Singapura dan Tiongkok, dengan total nilai ekspor mencapai Rp 8,26 miliar.

Agung juga menyoroti ekspor rumput laut Sargassum SP yang saat ini tengah naik daun. Kebetulan PT KBS yang disambangi merupakan satu-satunya perusahaan dari Batam yang ekspor komoditi yang juga dikenal sebagai rengkam ini ke luar negeri. “Ekspor komoditi rumput lau ini sungguh signifikan,” ungkap Agung.

Pada tahun 2020, total rengkam yang diekspor yakni 1.149 ton dengan nilai ekspor Rp 4,09 miliar. Sementara pada semester pertama 2021, KBS mengekspor 907,9 ton rengkam dengan nilai Rp 3,13 miliar.

“Dari Januari sampai dengan 25 Oktober 2021, rengkam yang diekspor mencapai 2.471,5 ton dengan nilai Rp 8,14 miliar. Frekuensi pengiriman sebanyak 51 kali, dengan negara tujuan China, Vietnam, dan Jepang,” tuturnya.

Ia kemudian menuturkan bahwa rengkam menjadi mata pencaharian alternatif bagi keluarga nelayan. Total ada 1000-an nelayan yang mencari rengkam, yang kemudian dikumpulkan oleh KBS.

Di tempat yang sama, Direktur KBS, Wahyudi Firdaus mengatakan pasar rengkam yang saat ini menjadi primadona hasil laut tersebut, sangat besar.

“Pasarnya tanpa batas, karena kebutuhan rumput laut ini tinggi di negara tujuan. Sedangkan potensi yang ada baru dimanfaatkan 20 persen. Kami ambil di Batam, sebagian kecil di Lingga dan Karimun,” tuturnya.

Rengkam ini di China digunakan sebagai suplemen pakan ternak dan juga bahan pembuatan kosmetik. Rengkam ini dikirim dalam bentuk kering tentunya. (*)

Reporter : Rifki Setiawan
editor: tunggul