Metropolis

Pak Polisi, Pemko, dan BP Batam, Tolong..!, Truk Pengangkut Tanah Merusak Aspal Jalan di Marina 

Jalan marina City yang baru dua tahun diaspal kembali rusak yang diduga akibat aktivitas truk pengangkut tanah

batampos.id– Wilayah Marina, kelurahan Tanjungriau, kecamatan Sekupang sedang padat dengan aktivitas pembangunan. Mulai dari pembangunan perumahan, villa hingga resort. Sayangnya proyek pembangunan ini berdampak dengan lingkungan sekitar terutama ruas jalan utama baik itu jalan Marina City, Brigjen Katamso Tanjunguncang ataupun jalan Ahmad Dahlan Seitemiang.

BACA JUGA: Akibat Aktivitas Truk Pengangkut Tanah, Usai Diaspal, Jalan Marina City Kembali Rusak

Truk pengangkut tanah untuk keperluan penimbunan lahan di dalam lokasi proyek menggunakan akses jalan utama. Imbasnya jalan jadi rusak. Beban truk yang berat lama lama tak bisa diimbangi oleh aspal yang berakibat jalan jadi rusak. Jalan di sana saat ini sudah berlubang lubang dan rusak parah.

Lubang dengan ukuran besar dan dalam menghiasi hampir sepanjang ruas jalan. Jalan Marina City dan Ahmad Dahlan yang paling parah sebab nyaris tak ada lagi jalan yang mulus. Jalan yang baru saja diaspal oleh pemerintah provinsi Kepri di Marina City kini berlubang dan bergelombang.

truk pengangkut tanah saat melintas di jalan utama Marina City

Warga pengguna jalan terus menyoroti aktivitas kendaraan proyek tersebut sebab semakin hari semakin padat saja. Kendaraan proyek ini juga kebut-kebutan di jalan raya sehingga mengancam keselamatan pengendara lain. Warga pengguna jalan pernah bentrok dengan sopir-sopir truk pengangkut tanah tersebut karena membahayakan pengendara lain namun ini tak berdampak karena sampai saat ini aktivitas kendaraan proyek ini tetap berjalan dan bahkan semakin brutal.

“Padahal sudah sangat meresahkan. Jalan jadi rusak, debu dan becek kalau hujan. Sudah gitu ngebut-ngebutan semua truk-truk itu. Entah sampai kapan ini baru ditertibkan. Sudah sangat meresahkan sekali,” ujar Anwar, warga Marina View yang protes keras dengan aktifitas kendaraan proyek tersebut.

kerusakan jalan di Marina City

Warga pun berharap pihak yang berwewenang, seperti polisi soal truk penangkuttanah yang memakai jalan utama untuk akses dan juga Pemko Batam serta BP yang memberikan izin penimbunan.

Pihak proyek saat dikonfirmasikan enggan menanggapi sorotan masyarakat tersebut. Berdalih telah memiliki perizinan mereka mengaku berhak menggunakan akses jalan utama tersebut sekalipun berdampak. “Tak ada urusan sama kami itu. Kami kerja karena ada izinnya,” ujar seorang sopir truk pengangkut tanah yang enggan menyebutkan namanya. (*)

Reporter: Eusebius Sara
editor: tunggul