Bintan-Pinang

Pemprov akan Hubungkan Pelabuhan Pelantar I-II Tanjungpinang 

Kadis Perhubungan Kepri Junaidi

batampos.id-Lewat APBD Tahun Anggaran (TA) 2022 mendatang, Pemerintah Provinsi Kepri berencana melanjutkan proyek strategis di bidang pelabuhan. Adapun pekerjaan yang akan dituntaskan adalah menghubungkan Pelantar I dan Pelantar II, Tanjungpinang.

BACA JUGA: Pekerjaan Tangga Sandar Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban Telan Rp 199 Juta, Kadishub: Pekerjaan Agak Njelimet

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Kepri, Junaidi mengatakan, di TA 2022 mendatang, pihaknya akan melakukan pembangunan penyambungan Pelantar I dan Pelantar II, di Kota Tanjungpinang. Menurutnya, pada APBD Perubahan ini sudah didahului dengan review Detail Engineering Design (DED).

“Terkoneksinya Pelantar I dan II nanti tujuan utama dari penyambungan kedua pelantar itu ujarnya, untuk mengurai kemacetan di kawasan Kota Lama, Kota Tanjungpinang,” ujar Junadi, kemarin di Tanjungpinang

Mantan Sekretaris Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, dengan penyambungan kedua pelantar itu akan terintegrasi dan juga mengurangi kemacetan. Lebih lanjut katanya, alokasi anggaran pembangunan jembatan tersebut sejauh ini masih intens dibahas. “Pengerjaan infrastruktur pelabuhan tersebut menjadi proyek prioritas yang akan dikerjakan di 2022 mendatang,” jelasnya.

Pria yang pernah duduk sebagai Kabag Protokol di Biro Humas, Protokol, dan Penghubungan Pemprov Kepri tersebut juga mengatakan, dalam pembangunan lanjutan nanti, pihaknya juga akan merelokasi dua buah bangunan yakni warung kedai kopi dan Kantor Sat Polairud Polres Tanjungpinang.

“Memang akan ada konsekuensi atas pembangunan yang akan dilakukan nanti. Namun kami sudah melakukan pembicaraan dengan pihak-pihak yang terdampak,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Kabid Pelabuhan, Dinas Perhubungan, Aziz Kasim Djou menambahkan, pembangunan Pelabuhan Pelantar II, Tanjungpinang tahap II sudah rampung dikerjakan PT. Arya Putra Bangun (APB) selaku kontraktor pada 2018 lalu. Adapun nilai proyek infrastruktur pelabuhan tersebut sampai saat ini sekitar Rp33,5 miliar.

“Pekerjaan tahap pertama pada 2017 berupa pemancangan tiang beton sepanjang 44 meter dengan anggaran sebesar Rp4,5 miliar. Sedangkan pada tahun 2018 iniadalah Rp29,” ujar Aziz, kemarin.

Pria yang merupakan Ketua Perkumpulan Indonesia Timur (Perkit) Tanjungpinang-Bintan tersebut menambahkan, panjang dermaga sekitar 260 meter. Adapun lebar dermaga mencapai 15 meter. Sedangkan kapasitas Pelabuhan Pelantar II, Tanjungpiang saat ini mampu menampung lima kapal dalam sekali sandar.

“Untuk kebutuhan pekerjaan lanjutan, masih sedang dibahas. Kita berharap tahun depan berjalan, karena sudah tertunda pada tahun tiga tahun,” jelasnya. (*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul