Bintan-Pinang

Rahma: UMKM Diminta Waspada Pinjol Ilegal

Rahma (Feri/Batam Pos)

batampos.id– Wali Kota Tanjungpinang, Rahma meminta para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Tanjungpinang untuk waspada terhadap pinjaman online (Pinjol) yang tidak reami atau ilegal.

Rahma menyebutkan upaya pemulihan ekonomi, UMKM harus memiliki kemampuan dalam pengelolaan keuangannya sendiri dengan mudah. Merujuk pada Keputusan Wali kota Tanjungpinang Nomor 683 Tahun 2020 tentang tim percepatan akses keuangan daerah Pemko Tanjungpinang, maka perlu dilakukan program inklusi keuangan berupa kegiatan yang dapat meningkatkan optimalisasi produk atau layanan jasa keuangan dalam mencapai indeks inklusi keuangan.

BACA JUGA: Bareskrim Polri Ungkap Pinjol Ilegal Pemicu Korban Bunuh Diri

“Melalui kegiatan bussines matching serta pelatihan pengelolaan dan pencatatan keuangan pelaku UMKM Binaan bisa lebih paham,” kata Rahma, Rabu (27/10).

Untuk mempercepat akselerasi pemanfaatan produk atau layanan jasa keuangan melalui sinergi aksi antar pemangku kepentingan terkait salah satunya yaitu fasilitas dan intermediasi penyaluran kredit bagi UMKM.

“Itu dapat mendorong peningkatan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi serta memiliki kontribusi yang besar dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Lanjutnya, Rahma mengatakan banyak masyarakat yang menggunakan produk jasa keuangan namun belum seutuhnya memahami manfaat dan risiko dari produk keuangan yang digunakan sehingga terjebak dengan penawaran investasi ilegal kemudian tergiur akan mudahnya mendapatkan fasilitas pendanaan dari Pinjol ilegal.

“Pelaku UMKM jangan tergoda dengan pinjol ilegal atau tak resmi, harus bijak dalam memilahnya karena pasti merugikan karena menjanjikan proses pendanaan yang sangat mudah tanpa jaminan, harus diketahui bahwa bunga yang dikenakan sangat tinggi dan proses penagihannya sangat tidak wajar,” paparnya.

Rahma berharap melalui kegiatan itu terbukanya akses keuangan masyarakat, penggunaan produk dan layanan keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan akan meningkat sehingga memberikan dampak positif dalam pencapaian target inklusi keuangan.

“Kami selaku pemerintah akan selalu mensupport UMKM dalam menciptakan produk-produknya dan salah satunya dengan mengadakan berbagai pelatihan seiring dengan kebijakan nasional yaitu pemulihan ekonomi nasional,” tuturnya. (*)

Reporter : Peri Irawan
editor: tunggul