Nasional

Saksi di Kasus Unlawful Killing Lihat Samurai dan Pistol di Mobil Laskar

Rekonstruksi peristiwa penembakan laskar FPI di tol Cikampek yang digelar di Kantor Komnas HAM, beberapa waktu lalu. (F. Haritsah Almudatsir/)

batampos.id – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang lanjutan kasus unlawful killing tewasnya 6 Laskar Front Pembela Islam (FPI). Agenda sidang kali ini yaitu mendengar kesaksian saksi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Ratih binti Harun, seorang pegawai warung di Rest Area KM 50 sebagai saksi. Dalam persidangan Ratih mengaku melihat samurai saat mobil Laskar FPI berwarna abu-abu digeledah.

Ratih menceritakan, saat itu dia sedang tertidur lalu terbangun mendengar mobil mengerem dadakan. Dia melihat seseorang bercelana pendek sambil membawa pistol. Orang itu mengetukkan pistolnya ke pintu mobil berwarna abu-abu.

Dari penglihatannya, 4 orang keluar dari mobil abu-abu tersebut melalui pintu sebelah kiri. Salah satu orang langsung diminta tiarap. Orang yang membawa pistol lalu menggeledah mobil tersebut.

“HP yang diambil ada 4, yang memeriksa saya lupa berapa orang soalnya sudah lama. Yang di dalam mobil diperiksa, ada dua orang,” kata Ratih dalam persidangan, Selasa (26/10).

Dalam mobil tersebur Ratih juga melihat sebilah samurai disita. “Yang diambil ada samurai, yang saya lihat satu. Tidak memperhatikan lagi barang apa,” jelasnya.

Sementara itu, saksi lain Eis Asmawati binti Solihan yang juga teman Ratih di warung tempatnya bekerja juga melihat ada samurai disita. “Kalau saya lihat ada 4 samurainya, tidak lihat lagi ada apa,” kata Eis.

Sedangkan saksi lainnya, Enggar Jati Nugroho selaku anggota Brimob Polda Jawa Barat menyebut ada pistol yang juga disita dari dalam mobil Laskar FPI.

“Bawa senjata, ada saya lihat bawa senjata jenis pistol, setelah saya mengatur anggota untuk pengamanan area, ada yang membawa dari Chevrolet dibawa keluar, senjata api Revolver dua berwarna abu-abu silver, ada semacam samurai, golok,” pungkasnya.

Sebelumnya, Penyidik Dittipidum Bareskrim Polri menetapkan 3 anggota polisi sebagai tersangka kasus dugaan unlawfull killing. Ketiganya diduga sebagai penembak 6 Laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, penetapan tersangka ini dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan pada 1 April 2021 lalu. Hasilnya, penyidik memiliki bukti yang cukup untuk menaikan status hukum ketiga terlapor.

“Kesimpulan dari gelar perkara yang dilakukan maka status dari terlapor tiga tersebut dinaikkan menjadi tersangka,” kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/4).

Kendati demikian, proses hukum terhadap salah satu tersangka berinisial EZP harus dihentikan. Sebab, dia meninggal dalam kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim