Covid-19

Usul Pelonggaran Karantina Khusus Wisatawan

Ansar Akan Lobi Pemerintah Pusat untuk Kawasan Wisata Nongsa dan Bintan

Gubernur Kepri Ansar Ahmad. (Dok Batam Pos)

batampos.id – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, siap melobi pemerintah pusat agar syarat karantina wisatawan mancanegara (wisman) dilonggarkan, khususnya di kawasan wisata Nongsa dan Bintan.

Langkah diambil Ansar usai melakukan rapat koordinasi bersama insan pariwisata di Gedung Graha Kepri, Selasa (26/10). Rapat tersebut dilakukan untuk mendengar masukan dari insan pariwisata yang hasilnya dibahas bersama dengan kementerian terkait.

”Pokoknya kita sampaikan hasil dari masukan teman-teman dengan kondisi dibukanya border area ini. Itu wisatawan mancanegara dengan persyaratan yang ada saat ini,” ujar Ansar, usai pertemuan di Gedung Graha Kepri, Selasa (26/10) sore.

Nantinya, Ansar akan mengusulkan sesuatu yang bisa menjadikan travel bubble berhasil dan sukses. Tentunya akan ada diskresi dan juga meliihat pertimbangan dari pemerintah pusat. Meskipun saat ini kasus Covid-19 menurun, namun tidak ada yang bisa memastikan kasus Covid-19 akan stabil di masa yang akan datang.

”Apalagi menghadapi akhir tahun ini (Natal dan Tahun Baru). Saya yakin, apabila (Natal dan Tahun Baru) bisa dilalui, berarti kita berhasil mengantisipasi terjadinya fluktuasi,” jelasnya.

Sementara itu, terkait kesiapan Bintan Resort dan Nongsa Sensation menerima wisatawan, Ansar belum bisa memastikannya. Dia akan membahas wilayah tersebut terlebih dahulu setelah pulang dari Jakarta. ”Kalau mereka siap buka, ya buka,” katanya.

Ansar juga berjanji akan menyampaikan masukan dari insan pariwisata yang meminta diberlakukan karantina wilayah atau karantina yang bisa dilakukan di sekitar hotel dan dengan waktu selama tiga hari. Sebab, dalam aturan yang diterapkan pemerintah, wisatawan wajib menjalani karantina di kamar hotel selama lima hari.

”Selain itu, visa. Jadi, karantina wilayah itu di dua pilot project (Nongsa dan Bintan Resort). Memang jadi pilot project kita yang kita dorong. Kalau yang lain, jika dua itu sudah berjalan baik,” tuturnya.

Ia menambahkan, pertimbangan pemerintah yang kembali memberlakukan PCR (polymerase chain reaction), karantina dan lainnya untuk mengantisipasi perayaan Natal dan Tahun Baru. Seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo, kata Ansar, saat ini sudah ada indikasi kenaikan kasus Covid-19, meskipun dalam angka yang kecil di beberapa provinsi.

”Beliau (Presiden, red) meminta antisipasi. Tidak boleh lengah. Makanya pemerintah pusat tidak mau travel bubble ini dibuka dengan diskresi yang terlalu longgar, ikut menyebabkan fluktuasi,” tuturnya.

Alasannya, kata Ansar, jika dibuka dengan persyaratan masuk yang longgar, maka akan menimbulkan keramaian di Kepri. Sementara pemerintah tengah berupaya keras untuk menekan laju penularan Covid-19 di Kepri. (*)

Reporter : EGGI IDRIANSYAH
Editor : MOHAMMAD TAHANG