Ekonomi & Bisnis

12 Wilayah Kerja Migas Ditawarkan ke Investor

ILUSTRASI pengeboran migas lepas pantai. (istimewa/JawaPos.com)

batampos.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis kinerja subsektor minyak dan gas bumi (migas) akan semakin baik. Hal itu seiring dengan membaiknya perekonomian nasional. Karena itu, mereka mengincar target investasi sebesar USD 22,59 miliar pada 2022.

Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Alimuddin Baso mengatakan, Kementerian ESDM berencana menyiapkan penawaran sebanyak 12 wilayah kerja (WK) migas pada tahun depan. Dalam proses lelang tersebut, pemerintah memberikan fleksibilitas kontrak kepada para investor migas sesuai Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2020.

“Investor bisa memilih bentuk kerja sama, baik berupa gross split maupun cost recovery,” katanya. Selain itu, WK migas yang ditawarkan akan mempunyai hitungan pembagian split yang berbeda dengan sebelumnya. Semakin besar risiko yang dihadapi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), bagiannya akan semakin besar.

“Ini diharapkan menarik investor dan membangkitkan kembali gairah iklim investasi hulu migas di Indonesia,” ucapnya.

Pada tahun ini, enam WK migas telah ditawarkan dalam lelang WK migas tahap I pada 17 Juni hingga kuartal III 2021. Yaitu, South CPP, Sumbagsel, Rangkas, Liman, Merangin III, dan North Kangean. Terdiri atas 4 WK melalui mekanisme penawaran langsung serta 2 WK melalui lelang reguler.

Realisasi investasi migas tersebut juga dimaksudkan untuk mencapai target lifting migas 2022. Berdasar hasil rapat kerja dengan Komisi VII DPR, lifting migas dipatok sebesar 703 million barrel oil per day (MBOPD) dan lifting gas bumi sebesar 1.036 million barrel oil equivalent per day (MBOEPD). Sementara itu, rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) sebesar USD 63 per barel.

Pemerintah terus mengupayakan peningkatan serapan gas untuk kebutuhan dalam negeri pada 2022. Ditjen Migas akan meningkatkan pemanfaatan gas domestik ke angka 66 persen.

BACA JUGA: Pengusaha Skala Kecil Bisa Menjadi Pemain di Industri Migas

“Kami akan terus berupaya menghasilkan kebijakan-kebijakan yang tepat dan memantau pelaksanaan kebijakan tersebut melalui kerja sama lebih erat dengan stakeholder,” kata Alimuddin.

Dia melanjutkan, penyesuaian harga gas untuk industri tertentu dan kelistrikan dengan memberikan keterjangkauan harga kepada konsumen terus dipantau.

Tujuannya, dapat memberikan multiplier effect yang lebih baik untuk tumbuhnya perekonomian nasional.Pembangunan infrastruktur migas juga akan terus dilaksanakan. (*)

Reporter: JPG Group
Editor: Suprizal Tanjung