Kepri

BP2RD Bidik PAD PKB Rp1,1 Triliun

Reni Yusneli. (F. Cecep Mulyana/Batam pos)

batampos.id-Pajak Kenderaan Bermotor (PKB) masih menjadi sektor utama penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kepri. Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) optimis penerimaan PAD dari sektor ini tembus Rp1,1 triliun sampai akhir Tahun Anggaran (TA) 2021.

BACA JUGA: Penjualan Daihatsu Naik 16,3% karena Perpanjangan Diskon Pajak

“Sumber pendapatan daerah terbesar di Kepri adalah dari PKB. Tahun 2020, realisasi pajak kendaraan lebih dari Rp900 miliar, sedangkan tahun 2021 ditargetkan Rp1,1 triliun. Kami optimistis tercapai sampai akhir tahun nanti,” ujar Kepala BP2RD Provinsi Kepri, Reni Yusneli menjawab pertanyaan media, Rabuj (27/10).

Mantan Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, untuk mencapai target tersebut salah satunya adalah melalui perpanjangan program relaksasi pajak yang bersumber dari kendaraan bermotor selama pandemi Covid-19.
Menurutnya, kebijakan itu untuk meringankan beban masyarakat di masa pandemi, selain itu adalah meningkatkan pendapatan daerah.

“Program pemutihan denda pajak kendaraan pada tahun 2021 dilaksanakan selama Juli-September, kemudian dilanjutkan mulai 1 Oktober-30 November. Terobosan ini membuahkan hasil yang positif. Pemilik kendaraan merasa terbantu karena ada penghapusan denda pajak kendaraan, sementara target pendapatan dari sektor itu terealisasi,” jelasnya.

Disebutkannya, pendapatan daerah dari program pemutihan pajak selama Juli-September 2021 sebesar Rp49,2 miliar dari target Rp49 miliar. Sedangkan target pendapatan daerah dari program relaksasi pajak Oktober-November 2021 mencapai 20 miliar. Ia yakin target pendapatan dari pajak kendaraan selama relaksasi tahap kedua, terealisasi.

“Relaksasi pajak diberikan kepada para penunggak pajak berupa penghapusan denda mulai Juli-November 2021. Selama program itu berjalan, tidak dikenakan bea balik nama, dan dilakukan pemotongan 50 persen pokok pajak. Jadi cukup banyak stimulus yang diberikan kepada pemilik kendaraan selama masa pandemi,” tutup Reni yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Kota Tanjungpinang tersebut.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kepri, Irwansyah mengatakan, lewat pelaksaan anggaran tahun 2021 ini, BP2RD Provinsi Kepri menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,3 triliun. Menurutnya, dari jumlah target tersebut PKB ditargetkan sebesar Rp981 miliar. Namun sampai pada sementer pertama TA 2021 lalu realiasinya pada angka Rp520 miliar atau 52 persen.

“Kita berharap dengan adanya program reklakasi hutang PKB bisa menambah pundi-pundi pendapatan daerah di masa sulit ini,” jelas politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepri tersebut.(*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul