Bintan-Pinang

Diancam akan Diportal, Bagian Agraria Pemkab Bintan Akhirnya Ukur Lahan Warga Terkena Jalan di Tanjungpermai, Lobam dan Pasar Baru, Tanjunguban

Pegawai dari Bagian Agraria Setdakab Bintan mengukur lahan milik warga yang terkena jalan di Tanjungpermai, Lobam dan Pasar Baru, Tanjunguban, Jumat (22/10). F.Kiriman Jefri

batampos.id– Pegawai Bagian Agraria Setdakab Bintan akhirnya melakukan pengukuran lahan warga yang terkena akses jalan antara Tanjungpermai, Kecamatan Seri Kuala Lobam dan Pasar Baru, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara. Hal ini setelah pemilik lahan yang akan menghibahkan lahannya mengancam akan memportal jalan tersebut apabila pemerintah daerah tidak kunjung menyelesaikan surat hibahnya.

BACA JUGA: Belum Jelas Surat Hibah Lahan untuk jalan Tanjungpermai, Lobam dan Pasar Baru, Tanjunguban, Pemilik Ancam Diportal

“Sudah diukur, selanjutnya kita akan koordinasi dengan pemilik lahan dan pihak kecamatan untuk proses hibahnya,” kata Kabag Agraria Setdakab Bintan, Pilihan ditemui di Kantor Desa Lancang Kuning, Kamis (28/10). Pilihan mengatakan, tidak menemukan kendala dalam menyelesaikan hal ini.

Menurutnya, setelah pemilik lahan mengusulkan lahannya yang terkena jalan dihibahkan, maka pihaknya harus melakukan pengecekan terlebih dahulu. “Kita cek dulu berapa yang kena lahannya dan berapa yang akan dihibahkan. Dan kasubag sudah turun ke lapangan, hasilnya saya belum tau berapa luas lahan yang terkena jalan,” katanya.

Setelah mengetahui luas lahan yang terkena jalan, menurutnya, akan diproses surat hibahnya dan akan dilakukan pemisahan surat dari lahan yang terkena. Disinggung kapan surat hihabnya akan selesai, Pilihan mengatakan, dalam waktu dekat.

Kabag Agraria Pemkab Bintan, Pilihan. F.Slamet Nofasusanto

“Insha Allah secepatnya, kita akan koordinasi dengan camat. Dalam waktu dekat, tidak bisa menentukan akhir bulan ini,” katanya. Diberitakan sebelumnya, pemilik lahan seluas lebih kurang 2 ribu meter persegi yang sekarang menjadi akses jalan alternatif antara Tanjungpermai, Seri Kuala Lobam dan  Pasar Baru, Bintan Utara mengancam akan memasang portal.

“Kalau tidak ditanggapi sampai akhir bulan ini, kita batalkan hibahnya, kita portal,” kata perwakilan dari pemilik lahan, Jefri. Dia mengatakan, lahan seluas lebih kurang 2 ribu meterpersegi yang telah dijadikan jalan alternatif antara Tanjungpermai – Pasar Baru milik RM Daradjadi dengan nomor sertifikat 00404 dan Khusumasto Subagjo dengan nomor sertifikat 00391.

Dia mengisahkan, saat itu sekira tahun 2008 pemerintah daerah akan membuka jalan alternatif karena akses jalan satu-satunya Tanjunguban – Lobam pada waktu itu sering banjir. “Warga yang memiliki lahan di sana dijumpai, kemudian diminta menghibahkan lahan ke pemerintah daerah,” katanya.

Namun perwakilan dari pemerintah daerah tidak pernah membicarakan ganti rugi ke pihaknya. “Malah lahan kami diloader,” katanya. Kemudian, menurutnya, pihaknya menyurati Bupati Bintan, kala itu masih dijabat Apri Sujadi dengan maksud meminta ganti rugi lahan yang sudah diaspal dan dijadikan akses jalan alternatif Tanjunguban – Lobam ini.

Surat pun dibalas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan, Adi Prihantara. Surat balasannya terdapat dua point. Point pertama  menerangkan bahwa saat ini pemerintah daerah fokus dalam penanganan covid-19. Sedangkan point kedua menerangkan bahwa pemerintah daerah sedang melakukan rasionalisasi anggaran belanja untuk penanganan pandemi sehingga tidak dapat menganggarkan kegiatan pengadaan tanah.

“Anggarannya tidak ada, karena pemda sedang fokus penanganan covid-19, jadi kami memberikan solusi ke pemerintah daerah. Pemilik lahan mau menghibahkan lahan tersebut,” katanya.

Terkait hal ini, dia mengatakan, sudah koordinasi dengan Camat dan Asisten I Setdakab Bintan. “Pak asisten bilang sudah menyampaikan hal ini ke kabag agraria. Soal ini, menurut asisten, kabag agraria lagi membantu camat menyelesaikan surat hibahnya,” katanya.

Namun, sejak Juni 2021 hingga sekarang, kata Jefri, masalah surat hibah lahan belum juga selesai. “Sudah terlalu lama dari Juni sampai sekarang sudah Oktober. Kalau tidak juga ditanggapi sampai akhir bulan ini, sudahlah kita batalkan saja hibahnya, kita portal jalannya,” tukasnya. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul