Metropolis

Disperindag Diminta Bergerak Cepat Tekan Lonjakan Harga Bahan Pangan

 

batampos.id – Harga kebutuhan pokok di Kota Batam merangkak naik dalam beberapa waktu terakhir. Di antaranya, harga minyak goreng, telur dan daging ayam yang sudah banyak dikeluhkan masyarakat Kota Batam.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho, memaklumi kenaikan harga minyak goreng di pasaran. Sebab, hal ini sudah sejalan dengan naiknya harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) di pasaran dunia.

F. Iman Wachyudi/Batam Pos
Pedagang kuliner di kawasan Welcome To Batam, Batam Center, membuat kerak telor, Rabu (27/10). Kenaikan harga bahan pokok, termasuk minyak goreng, membuat resah masyarakat.

”Jadi, kita juga melihat harga sumbernya yang naik sejalan dengan harga sawit,” ujar Udin saat ditemui di DPRD Kota Batam, Rabu (26/10) siang.

Menurutnya, untuk menurunkan harga kebutuhan pokok itu, perlu dilakukan operasi pasar (OP) untuk menekan harga dan memastikan stok dari kebutuhan pokok yang merangkak naik itu tetap tersedia di pasaran. Sebab, jika stok kebutuhan pokok di pasaran langka, tentunya akan makin memicu kenaikan harga.

Selain itu, ia meminta kepada spekulan atau orang yang dengan sengaja melakukan penimbunan kebutuhan pokok untuk mencari keuntungan, agar mengakhirinya. Dia mengingatkan bahwa saat ini pemerintah sedang menggalakkan penindakan kepada spekulan yang dengan sengaja menimbun.

”Jadi, itu jangan sampai terjadi (penimbunan). Kita kasihan lihat masyarakat. Di tengah pandemi yang baru turun level dan sudah mulai membaik ini, kita berharap perekonomian kita sama-sama membaik,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD Batam lainnya, Rubina Situmorang. Ia memahami kenaikan harga minyak goreng di pasaran akibat kenaikan CPO.

”Otomatis harga minyak juga ikut naik,” kata Rubina.

Sementara untuk kenaikan harga daging ayam dan telur, akibat harga pakan ayam yang juga ikut naik. Sehingga, peternak terpaksa menaikkan harga jual.

”Kita harus cari solusinya. Bila perlu turun ke lapangan, nanti kita akan turun ke lapangan. Jangan ada penumpukan barang. Stok yang ada dengan kebutuhan masyarakat harus seimbang,” katanya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam juga akan membagikan bahan pokok murah. Namun, minyak goreng tak masuk di dalamnya.

”Anggarannya dari APBD. Kemungkinan pembagiannya menjelang Natal,” imbuhnya.

Senada dengan dewan, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meminta Disperindag Batam untuk rutin menggelar operasi pasar dalam rangka pengendalian harga komoditas kebutuhan pokok.

”Beberapa waktu lalu saya sudah sampaikan kepada Pak Gustian (Kepala Disperindag Batam) untuk turun ke pasar, dan cari tahu komoditas kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga. Beberapa hari belakangan ini warga sudah mengeluhkan kenaikan sejumlah komoditas ini,” ujarnya, Rabu (27/10).

Berdasarkan informasi dari Disperindag Kota Batam, sambung Amsakar, tim sudah turun ke lapangan dan akan turun setiap sore guna memantau harga komoditas ini. Kendati demikian, Amsakar menjelaskan tingginya harga kebutuhan pokok ini diakibatkan karena faktor cuaca seperti ikan, dan gagal panen untuk sayuran seperti cabai merah.

”Kalau minyak seperti diketahui harga CPO lagi mengalami kenaikan, sehingga turut berdampak terhadap produksi dan harga jual minyak makan tersebut. Alasan lainnya, karena adanya peralihan dari minyak curah menjadi kemasan. Jadi ke depan tidak ada lagi minyak curah dan semua harus kemasan,” ungkapnya.

Amsakar mengungkapkan bahwa Disperindag tengah menjajaki komunikasi dengan distributor yang ada di Kota Batam terkait sembako murah. Menurutnya, jelang Natal dan Tahun Baru nanti, akan ada kegiatan sembako murah seperti tahun sebelumnya.

”Detailnya saya belum tahu, tapi yang jelas ada sembako murah nanti. Yang jelas ke Pak Gustian lah, karena beliau yang membidangi ini,” imbuhnya.

Ia mengatakan, jelang hari besar keagamaan dan penghujung tahun, beberapa kebutuhan komoditas mengalami kenaikan. Hal ini tidak lepas dari hukum ekonomi yang menyebutkan permintaan tinggi maka harga juga akan naik.

”Jadi sudah wajar memang kenaikan ini. Namun, kami ingin kenaikan ini tidak memberatkan masyarakat. Karena kita bukan daerah penghasil dan bergantung ke daerah lain, jadi harga memang agak tinggi. Namun, tugas besar kami adalah menjaga stabilitas harga,” bebernya.

Disperindag Kembali Panggil Distributor

Disperindag Kota Batam kembali memanggil seluruh distributor bahan pokok di Batam. Pemanggilan itu untuk mencari jalan keluar untuk kenaikan harga minyak goreng yang naik sangat drastis.

Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan bahwa kenaikan harga minyak goreng sangat berdampak terhadap kondisi masyarakat. Karena itu, pihaknya kembali mengumpulkan para distributor pada Kamis (28/10) ini.

”Dampak kenaikan ini luar biasa. Besok (hari ini, red) saya akan kembali rapat dengan distributor untuk mencari jalan keluar untuk kondisi ini.”

Dikatakan Gustian, para distributor sangat kesulitan untuk menekan harga minyak goreng, karena harga dasar CPO yang naik. Apalagi, harga minyak selalu naik saat para distributor kembali membeli minyak dari pabrik.

”Harga terus naik saat distributor beli. Jadi, rapat ini rencananya mencari jalan keluar, karena dari sini sama sekali tak bisa berbuat banyak,” tegas Gustian.

Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan di antaranya kembali mengirim surat ke Kementerian Perdagangan. Harapannya, pemerintah pusat bisa mencari jalan keluar.

”Berharap harga bisa ditekan dari pusat. Poin-poin lain akan dibahas saat rapat nanti.”
Disinggung terkait produksi minyak goreng kemasan di Batam, apakah tak bisa dijual lebih murah, menurut Gustian, harga minyak goreng kemasan yang diproduksi di Batam dipastikan lebih murah. Namun, produksi minyak goreng tersebut tak bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.

”Memang harganya lebih murah, tapi tak bisa meng-cover kebutuhan minyak,” imbuh Gustian. (*)

 

 

Reporter : Eggi Idriansyah, Debra Nila, Yulitavia, Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK