Karimun

Karimun Menjadi Contoh Kampung Kompor Induksi Pertama di Luar Pulau Jawa

Gubernur Kepri Ansar Ahmad didampingi Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Senior Manager Niaga PLN Wilayah Riau dan Kepri Haris Andika ketika melihat kompor induksi, usai meresmikan kampung kompor induksi di kelurahan Baran Barat.f.TRI HARYONO

batampos.id- Gubernur Kepri Ansar Ahmad meresmikan kampung kompor induksi di kelurahan Baran Barat, Karimun. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyambut baik keberadaan kompor induksi yang menggunakan daya listrik. Sehingga, dapat membantu dan mendorong untuk para pelaku UMKM. Sebab, penggunaan kompor induksi ini sangat sederhana dan lebih hemat sebagai solusi ramah lingkungan nantinya.

BACA JUGA: Kurangi Impor LPG, Pemerintah Beralih ke Kompor Induksi

” Bisa kita usulkan di APBD Perubahan Provinsi Kepri di tahun 2022 atau 2023 nanti. Kalau dilihat, kompor induksi ini sangat simple dan paling penting sangat hemat energi,” terang Ansar, Rabu (27/10).

Dengan adanya kompor induksi ini, bisa menjadi revolusi hijau diwilayah lingkungan kita. Dan, yang perlu dipikirkan bagaimana panel-panel listrik dimana ditempatkan bagi pengguna kompor induksi ini.

” Cukup bagus kompor induksi, bentuknya serba digital semua. Jadi, lebih bersih masa dan bisa dimana saja dipergunakan asal ada panel listrik untuk menyalakan kompor induksi,” tuturnya.

Sementara untuk Senior Manager Niaga PLN Wilayah Riau dan Kepri Haris Andika mengungkapkan, dalam rangka Hari Listrik Nasional (HLN) yang ke 76 tahun. PLN Wilayah Riau dan Kepri, ingin berbagi CSR kepada pelanggan PLN disekitarnya yang dipilih diwilayah Kepri tepatnya kelurahan Baran Barat kecamatan Meral kabupaten Karimun pada tahun ini.

” Pada tahun ini, CSR kita berikan dalam bentuk kompor induksi sebanyak 85 unit. Kompor induksi kelebihannya, lebih nyaman dan ramah lingkungan. Dan, bagi ibu-ibu bisa memasak lebih cantik dan bisa memasak sambil nonton TV, serta dapur lebih bersih,” ungkapnya.

Dan, pihaknya berharap bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dapat bermanfaat. Sebab, kompor induksi ini lebih ekonomis dibandingkan kompor gas. Serta, bisa menjadi pilot projek PLN sebagai kampung kompor induksi yang pertama di luar pulau Jawa.

” Jadi kampung kompor induksi di kelruahan Baran ini kali pertama diluar pulau Jawa. Dan, kita berikan bantuan sebesar Rp100 juta dalam bentuk program CSR sempena HLN ke-76,” ujarnya.

Sedangkan, Ketua RW 01 Hasan Basri kelurahan Baran Barat mengucapkan terimakasih atas bantuan dari PLN. Terutama, menjadi kampung kompor induksi yang sangat bermanfaat bagi warganya. ” Sangat bermanfaat sekali adanya kompor induksi ini, sebagai alternatif untuk mengatasi ketika gas tidak ada,” katanya. (*)

Reporter : TRI HARYONO
Editor : tunggul