Metropolis

Mantan Kabag Hukum Pemko Batam Bayar Rp 50 Juta, Hukuman Berkurang 6 Bulan

 

batampos.id – Mantan Kabag Hukum Pemko Batam, Sutjahjo Hari Murti, menyerahkan uang Rp 50 juta ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam. Penyerahan uang itu sekaligus memperingan hukuman penjara Hari Murti.

Kasi Intel Kejari Batam, Wahyu Oktaviandi, mengatakan, berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi (PT), Hari Murti divonis dua tahun penjara. Selain hukuman pidana murni, Hari juga dibebankan membayar denda Rp 50 juta.

F. Kejari untuk Batam Pos
Jaksa Penuntut umum, Yan Ilhas, mewakili Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, menerima penyerahan uang Rp 50 juta dari perwakilan mantan Kabag Hukum Pemko Batam, Sutjahjo Hari Murti, di Kantor Kejari Batam, Selasa (26/10/2021).

“Yang bersangkutan memilih membayar denda Rp 50 juta. Denda dibayarkan oleh perwakilan dari terpidana pada Selasa (26/10),” ujar Wahyu, Rabu (27/10).

Menurut dia, pembayaran denda secara otomatis memperingan hukuman penjara. Sebab, atas denda Rp 50 juta, majelis hakim mewajibkan Hari menjalani hukuman tambahan 6 bulan penjara.

“Jadi, jika yang bersangkutan tak bisa membayar denda, maka wajib menjalani pidana tambahan 6 bulan, sesuai putusan. Kalau dibayar, berarti subsider 6 bulan ini dihapuskan,” terang Wahyu.

Sedangkan untuk pidana dua tahun penjara, lanjut Wahyu, terpidana tinggal menjalani sekitar 10 bulan lagi. Sebab, yang bersangkutan telah ditahan sejak pertenga-han September 2020 lalu.

“Hukuman pidana dua tahun terhadap yang bersangkutan dikurangi selama terdakwa ditahan. Jadi, kurang dari setahun lagi, yang bersangkutan bebas,” tegas Wahyu.

Selain denda, jaksa juga merampas barang bukti uang Rp 620 juta dari terpidana Hari. Barang bukti itu dirampas juga berdasarkan putusan hakim PT. Uang rampasan telah diserahkan ke negara melalui BRI pada 19 Oktober lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hari ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi setelah menerima uang dari salah seorang pengusaha berinisial S sebesar Rp 585 juta. Modusnya, dengan jabatannya, Hari menjanjikan proyek kepada pengusaha tersebut.

Namun, hingga satu tahun sejak pemberian uang, proyek itu tak juga didapatkannya. Atas perbuatannya, jaksa menjeratnya dengan pasal 11 Undang-Undang (UU) 31 Nomor 99 atau ke-2 pasal 12 huruf a, dan pasal 12 huruf e.

Ancaman hukuman minimal 1 dan 4 tahun penjara. Saat pemeriksaan, Hari juga menitipkan dana dugaan gratifikasi Rp 560 juta kepada jaksa penyidik.

Karena terbukti, majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungpinang menjatuhi hukuman terhadap terpidana 1,6 tahun dan denda Rp 50 juta. Karena adanya upaya banding, hukuman terhadap Hari Murti naik menjadi 2 tahun di PT Pekanbaru. (*)

 

 

Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK