Ekonomi & Bisnis

Pembelian Rumah secara Tunai Meningkat

ILUSTRASI: Meisterstadt Pollux Habibie di Batam Kota, Batam, terlihat megah dan indah, Rabu 14 April 2021. Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Pengembang properti berupaya mengejar pertumbuhan secara maksimal tahun ini. Salah satu strateginya adalah menggelar pameran. Developer pun memproyeksikan kinerja penjualan rumah bisa naik 30 persen dibandingkan 2020.

Direktur Pakuwon Group Fenny mengatakan, pihaknya menargetkan penjualan 2021 senilai Rp 1,4 triliun. Hingga bulan lalu, perseroan sudah merealisasikan penjualan senilai Rp 1,05 triliun.

“Kalau melihat dari kinerja awal bulan, seharusnya kami bisa mencapai target tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers pameran properti Pakuwon Group, Selasa (26/10).

Terkait segmentasi, produk dengan nilai Rp 2–5 miliar masih mendominasi. Kontribusinya mencapai 50 persen. Disusul rumah harga di bawah Rp 2 miliar sebanyak 35 persen. Sisanya, baru produk properti senilai Rp 5 miliar ke atas.

Dia menjelaskan, 72 persen dari transaksi pembelian datang via kredit pemilikan rumah (KPR). Sedangkan pembelian tunai 25 persen. Sisanya melalui in-house.

“Sekarang pembelian tunai sedikit meningkat. Dulu, biasanya pembelian tunai di bawah 20 persen,” ujarnya.

BACA JUGA: Setelah Terpukul Pandemi, Sektor Properti Mulai Bangkit

General Manager Marketing Pakuwon Group Hario Utomo menambahkan, peran pameran properti untuk mencapai target sangat penting. Setiap kali event, termasuk saat ini, pihaknya diproyeksikan merealisasikan penjualan senilai Rp 200 miliar.

Dia berharap pameran yang berlangsung mulai kemarin sampai Minggu (31/10) bisa mencapai target.

“Ekonomi Indonesia kembali berkembang. Saat ini kami punya rumah ready stock 400 dari berbagai proyek,” tuturnya. (*)

Reporter: JPG Group
Editor: Suprizal Tanjung