Ekonomi & Bisnis

Percepat Realisasi PEN, Pemerintah Tambah Bansos dan Subsidi Upah

ILUSTRASI: Kantor Pos di Batam Centre, Rabu 10 Maret 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Menjelang akhir tahun, penyaluran anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tercatat masih di angka 58,3 persen dari pagu/alokasi.
Untuk mempercepat realisasi penyaluran, pemerintah akan melakukan pergeseran dari klaster yang masih rendah realisasinya.

Seperti diketahui, ada lima klaster dalam program PEN. Yakni, kesehatan, perlindungan sosial (perlinsos), program prioritas, dukungan UMKM dan korporasi, serta insentif usaha.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memerinci, dari total pagu anggaran PEN sebesar Rp 744,77 triliun, realisasi penyalurannya mencapai Rp 433,91 triliun (58,3 persen). Di antara lima klaster itu, progres signifikan terjadi pada penyaluran anggaran klaster perlinsos dan kesehatan.

Agar penyaluran bisa optimal hingga akhir tahun, Suahasil menyebut akan dilakukan pergeseran dalam klaster tersebut.

’’Akan ada pergeseran dalam klaster-klaster ini. Namun, akan kita manfaatkan terutama untuk kemiskinan ekstrem,’’ ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (26/10).

Pemerintah akan memberikan tambahan isi ulang (top up) bantuan sosial (bansos) senilai Rp 300 ribu hingga akhir tahun ini. Program itu sudah dilakukan Kemensos sebelumnya, tetapi akan ditambah lagi agar bisa lebih optimal. ”Ini sumber datanya dari penerima kartu sembako yang juga menerima PKH dan diberikan sampai akhir tahun. Nanti dipastikan supaya bisa membantu masyarakat yang paling miskin,’’ imbuhnya.

Bantuan itu akan diberikan kepada 35 kabupaten prioritas, terutama untuk penanganan kemiskinan ekstrem. Desember mendatang, Badan Pusat Statistik (BPS) juga akan melakukan sensus kemiskinan di 35 kabupaten tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, pemerintah juga akan memperluas bantuan subsidi upah (BSU) dan bantuan langsung tunai dari sisa program PEN. BSU awalnya hanya diberikan untuk masyarakat yang terdampak PPKM dengan target lebih dari 8,7 juta penerima.

BACA JUGA: Daya Ungkit Batam Logistics Ecosystem pada Pemulihan Ekonomi Nasional di Batam

Anggarannya Rp 8,7 triliun.
Pemerintah memastikan akan memperluas cakupan BSU. Tidak hanya bagi yang terdampak PPKM level 3-4. Perluasan ditujukan untuk 1,6 juta sasaran pekerja. Airlangga menyebutkan, ada sisa BSU sebesar Rp 1,7 triliun sehingga penerima BSU bisa diperluas.

’’Tentu dengan ada sisa anggaran ini, akan ada perluasan sebanyak 1,6 juta sasaran pekerja dan jumlah anggarannya Rp 1,6 triliun,’’ jelas mantan Menperin itu.

Dengan berbagai perluasan tersebut, pemerintah optimistis anggaran PEN bisa terealisasi 100 persen hingga akhir tahun ini. (*)

Reporter: JPG Group
Editor: Suprizal Tanjung