Metropolis

Polsek Bengkong Ringkus Pelaku Pembobolan Brankas Supermarket dalam Tempo 2 Jam

 

batampos.id – Jajaran Polsek Bengkong meringkus dua pembobol Supermarket Halimah di Bengkong Sadai. Kedua pelaku berhasil ditangkap dalam waktu 2 jam setelah polisi menerima laporan.

Kedua pelaku yakni AN, 22, dan MR, 22. AN diketahui me­rupakan karyawan su­per­mar­ket, sedangkan MR mantan karyawan. Keduanya diaman­kan di lokasi yang berbeda.

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Kapolsek Bengkong, AKP Bob Ferizal (tengah) didampingi Kasi Humas Polresta Barelang, Iptu Tigor Sidabariba (kiri) dan Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Ipda Rio Ardian, mengungkap kasus pembobolan brankas di Mapolsek Bengkong, Rabu (27/10).

Kapolsek Bengkong, AKP Bob Ferizal, mengatakan, pencurian tersebut terjadi pada Minggu (24/10) dini hari. Saat itu, pelaku membobol brangkas yang berisikan uang tunai Rp 17 juta.

”Setelah menerima laporan korban, kami lakukan penyelidikan dan mendapatkan identitas pelaku,” ujar Bob di Mapolsek Bengkong, Rabu (27/10).

Bob menjelaskan, AN ditangkap di lokasi kerjanya di Supermarket Halimah. Sedangkan MR, ditangkap di kediamannya di kawasan Bengkong Kolam. Dari tangan pelaku, turut diamankan barang bukti uang tunai Rp 13,4 juta, gunting, obeng, dan 1 unit sepeda motor.

”Mereka sudah merencanakan aksinya, dan beraksi setelah seluruh karyawan pulang,” kata Bob.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Ipda Rio Ardian, mengatakan, penangkapan pelaku dilakukan setelah pihaknya memeriksa rekaman CCTv supermarket.

”Memang pelaku ini sudah memutar CCTv yang menghadap ke brankas. Namun, ada bagian CCTv lain yang merekam,” kata Rio.

Dari pengakuan AN, ia nekat mencuri uang di brankas tersebut karena memiliki akses ke tempat penyimpanan. Ia mengaku, selama setahun berkerja dipercayakan memegang kunci gudang penyimpanan.

”Sudah setahun kerja. Kalau dia (MR) baru sebulan diberhentikan kerja. Semuanya sudah kami rencanakan,” katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (*)

 

Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : RATNA IRTATIK