Nasional

Dubes Palestina Usul Ada Nama Jalan Yasser Arafat di Batam

Sarasehan MUI Batam, Wali Kota Batam Bersama Dubes Palestina

Dubes Palestina Dr Zuhair Al Shun sendiri saat memaparkan materinya di hadapan pengurus MUI Kota Batam dan Tokoh Ormas Islam Kota Batam di Wisma Batam, Kamis (28/10). (istimewa)

batampos.id – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar sarasehan bersama Duta Besar Palestina (Dubes) Dr Zuhair Al Shun di Wisma Batam, Kamis (28/10) malam.

Sarasehan dengan tema “Menjaga Solidaritas Hubungan Antara Indonesia & Palestina”
menghadirkan pembicara Ketua Umum MUI Kota Batam KH Luqman Rifai, Wali Kota Batam/Kepala BP Batam Muhammad Rudi dan Dubes Palestina Dr Zuhair Al Shun sendiri.

Dalam saresahan tersebut Dr Zuhair Al Shun sebagai pembicara utama mengaku sangat takjub dengan keramahtamahan umat Islam di Kota Batam. Ia juga berterima kasih kepada masyarakat Batam atas sumbangan yang telah diberikan masyarakat Batam melalui Batam Peduli Palestina. Untuk itu, ia berharap jalinan kerja sama antara Indonesia khususnya Batam dan Palestina bisa selalu terjalin dengan baik.

Dan sebagai bentuk kerjasama dengan pemerintah Kota Batam dan umat Islam di Kota Batam, Zuhair Al Shun meminta jika memungkin ada satu nama jalan di Kota Batam ini yang diberi nama tokoh atau nama kota di Palestina. “Seperti nama Yasser Arafat, Alquds dan nama-nama lainnya. Jika nama-nama tersebut nantinya bisa terwujud di Kota Batam, saya akan kembali ke Batam untuk meresmikannya,” ungkapnya di hadapan seratusan pengurus MUI Kota Batam dan pimpinan tokoh Ormas Islam di Kota Batam.

Zuhair Al Shun juga memaparkan kondisi terkini di Palestina. Disebutkannya, Penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina masih terus terjadi, namun ia meyakini lambat laun kemenangan akan berpihak kepada masyarakat Palestina.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kota Batam Luqman Rifai mengatakan kehadiran DUbes Pelestina di Batam merupakan bentuk silaturahmi balasan. Di mana beberapa waktu lalu MUI Kota Batam bersama lembaga zakat dan tokoh-tokoh ormas Islam menyerahkan langsung sumbangan masyarakat Batam lewat Batam Peduli Palestina sebesar Rp1.087.176.000 ke kantor Kedutaan Besar Palestina di Jakarta.

Foto bersama usai sarasehan di Wisma Batam. (Istimewa)

Selain itu, dari dimensi kebangsaan, Palestina dan Indonesia punya ikatan jalinan yang sangat kuat sejak awal kemerdekaan Indonesia, di mana kita tahu bersama bahwa Pelestina adalah negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia. “Untuk itu kita sebagai anak bangsa harus terus menjaga dan meningkatkan hubungan dan solidaritas antara Pelestina dan Indonesia,” jelasnya.

Kemudian, dalam dimensi keagamaan, Masjid Al-Aqsa yang berada di negara Palestina adalah Kiblat pertama umat Islam, sebelum kiblat dipindahkan ke Ka’bah di Masjih Haram. “Jadi Masjid Al-Aqsa adalah tanah suci ketiga bagi umat Islam yang harus dijaga bersama,” ungkapnya.

Selanjutkan Wali Kota Batam/Kepala BP Batam Muhammad Rudi di hadapan Dubes Palestina juga menjelaskan tentang Batam yang letaknya sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia, sehingga Batam menjadi primadona bagi pengusaha yang ingin mengembangkan usahanya.

RUdi juga memaparkan populasi umat Islam di Kota Batam, dan kawasan industri menjadi daya tarik para investor asing untuk menanamkan modalnya di Batam. Rudi juga mengajak Palestina bila memungkinkan untuk berinvestasi di Batam. (*)

Editor: Jamil