Sport

Dua Unggulan Indonesia Kandas di French Open

Ganda campuran Indonesia Praveen/Melati saat berlaga di salah satu kejuaraan. (F. Kemenpora)

batampos.id – Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti gagal mempertahankan gelarnya di French Open. Mereka tersingkir di perempat final dari Tang Chun Man/Tse Ying Suet di Stade Pierre de Coubertin, Paris, straight games 21-19, 21-11.

Dengan hasil tersebut, Tang/Tse berhasil membalas kekalahan mereka di French Open 2019. Itu menjadi kemenangan ketiga bagi Tang/Tse melawan ganda ranking kelima dunia asal Indonesia itu. Kemenangan ketiga itu cukup telak. Tang/Tse hanya butuh waktu 36 menit untuk menumbangkan PraMel.

Sebenarnya, PraMel mengawali pertandingan dengan cukup apik. Pada game pertama, juara All England 2020 itu sudah unggul lima poin sebelum jeda interval. Sayang, mereka kehilangan enam poin beruntun berikutnya. Setelah itu, justru Tang/Tse yang makin tak terkejar.

Harapan untuk memaksakan rubber game juga pupus. Permainan PraMel malah makin menurun pada game kedua. Mereka langsung kehilangan lima poin beruntun. Pada akhirnya Tang/Tse meraih kemenangan dengan nyaman. Mereka berhasil unggul dengan selisih terbanyak, yakni delapan poin.

Hal yang juga terjadi pada M. Ahsan/Hendra Setiawan. Mereka terhenti di perempat final setelah kalah dari Ko Sung Hyun/Shin Baekcheol dengan skor 21-16, 19-21, 13-21.

BACA JUGA: Kalah di Game Pertama, Praveen/Melati Bangkit dan Menangi Laga

Ahsan/Hendra sendiri sejatinya sudah unggul pada game pertama. Mereka hanya terpaut dua poin dari kemenangan dan tiket semifinal. Sayang, Ko/Shin memaksakan rubber game. Pada game penentuan tersebut, pasangan ranking ke-27 dunia itu tampil mendominasi. Seusai jeda interval, mereka tak terkejar lagi.

“Di game pertama, kami sudah benar mainnya. Di game kedua, kami sudah unggul, tapi mereka bisa mengejar. Di game ketiga, kami akui tenaga kami cukup terkuras dan mereka lebih tahan,” kata Ahsan.

Itu menjadi kemenangan ketiga Ko/Shin atas Ahsan/Hendra. Dengan begitu, rekor head-to-head dua pasangan itu kini seimbang dengan skor 3-3. Dalam dua pertandingan terakhir, Ahsan/Hendra vs Ko/Shin memang cukup ketat. Selalu terjadi rubber game dengan durasi di atas 55 menit.

“Secara permainan, jauh lebih membaik daripada di Denmark Open minggu lalu. Untuk saat ini, kami mau mengembalikan dulu kebugaran sebelum berlaga lagi di Jerman minggu depan. Yang terpenting sekarang adalah tetap sehat,” kata Ahsan.

“Kendala lebih ke diri sendiri. Ini buat introspeksi diri. Semoga bisa bangkit lagi. Setelah ini, fokus latihan dulu,” imbuh Ahsan. Ahsan/Hendra masih akan bertanding di Hylo Open 2021 pekan depan. Di babak pertama, mereka akan menghadapi Mahiro Kaneko/Yunosuke Kubota. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung