Total Football

Komdis: Jika Terbukti Suap, Karier Bisa Berakhir

Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi. (F. Radar Bogor)

batampos.id – Adanya dugaan pengaturan skor yang terjadi dalam laga Perserang Serang membuat PSSI geram. Sebagaimana diketahui, manajemen Perserang Serang sudah melaporkan dugaan tiga laga mereka yang dicurigai disusupi mafia pengaturan skor.

Tiga laga itu adalah melawan RANS Cilegon, Persekat Tegal, dan Badak Lampung FC. Buntutnya, 5 pemain dan 1 pelatih berinisial PW yang diduga terlibat langsung diberhentikan secara tidak hormat.

Nah, PSSI akan menindak tegas para pelaku bila mereka terbukti melakukan pengaturan skor di pertandingan penyisihan grup B Liga 2 2021. Hal itu ditegaskan Ketua Komite Disiplin PSSI Irjen Pol (pur) Erwin Tobing. Dia menyatakan akan mendalami kasus tersebut.

Jumat (29/10), pihaknya baru mendapat keterangan dari Perserang. “Saya berterima kasih kepada Saudara Babay Karnawi (manajer Perserang, red) yang berani melaporkan hal ini,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Namun, karena laporan itu baru sebatas keterangan, pihaknya akan memanggil yang bersangkutan untuk mendalami kasus tersebut. Paling cepat pertemuan dimulai hari ini (30/10).

BACA JUGA: Tuan Rumah Liga 2 Hanya Dapat Subsidi Rp 200 Juta

“Malam ini, pukul 20.00 WIB, kami rapatkan dulu dengan tim. Komdis ini kan ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah, biar segera turun bersama-sama memeriksa semuanya,” paparnya.

Pengungkapan kasus itu seharusnya tidak sulit bagi komdis. Sebab, pihak Perserang sebelumnya mengklaim memiliki bukti-bukti yang konkret. Karena itu, lanjut Erwin, pihaknya butuh mendengar pernyataan langsung dari Babay. “Kami melihat kalau ada unsur pidananya, kami kerja sama dengan Satgas Antimafia Bola. Tapi, kami akan turun dulu internal. Tentu kami harus dengar dari Babay. Mau tahu keadaan sebenarnya,” tuturnya.

Pihaknya menegaskan, jika terbukti ada unsur suap, tidak akan ada toleransi. “Jika terbukti ikut melakukan pengaturan skor, pasti hukumannya berat. Karier sepak bolanya akan habis. Kita harus tegas soal ini,” janjinya.

Sekjen PSSI Yunus Nusi juga siap menindak tegas jika terbukti ada pengaturan skor. “Kami tidak main-main dan akan tuntaskan permasalahan ini,” tegasnya.

Direktur Operasional PT LIB Sudjarno pun mengapresiasi laporan Perserang. Menurut dia, laporan itu harus ditindaklanjuti, baik secara internal maupun eksternal, jika seandainya harus naik ke ranah tindak pidana mafia bola.

Secara internal, pihaknya akan berkoordinasi dengan PSSI, terutama bagian komdis. Sebab, itu berkaitan dengan pemain, pelatih, dan klub. Kalau ada hal-hal eksternal yang mengarah ke tindak pidana, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk mendapatkan mekanisme pelaporan. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung