Total Football

Tersingkir di Piala Asia U-23, Jadi Modal Hadapi Piala AFF

Pelatih tim nasional Indonesia U-23 Shin Tae-yong. (F. PSSI)

batampos.id – Mimpi timnas Indonesia U-23 untuk berlaga di Piala Asia U-23 terkubur. Sebab, Asnawi Mangkualam dkk kembali dikalahkan oleh Australia U-23 dalam kualifikasi grup G yang berlangsung di Republican Central Stadium, Dushanbe, Tajikistan, tadi malam.

Di pertemuan kedua itu, Indonesia kalah 0-1 oleh gol tunggal Patrick Wood pada menit ke-9. Hasil tersebut membuat agregat kedua tim menjadi 2-4 setelah dalam pertemuan pertama pada 26 Oktober Indonesia kalah 2-3.

Sebagaimana diketahui, di grup G hanya terdapat dua negara setelah Tiongkok dan Brunei Darussalam mengundurkan diri. Di mana, hanya juara grup yang berhak melaju ke putaran final.

Pelatih timnas U-23 Shin Tae-yong (STY) mengungkapkan, kekalahan di laga kedua diderita berkat satu kesalahan. Yakni, tim memberikan ruang bagi lawan untuk mendapatkan tendangan bebas yang berujung gol. “Tapi, terima kasih kepada pemain sudah kerja keras sampai akhir,” ujarnya setelah pertandingan kemarin.

BACA JUGA: Kalah dari Australia, Indonesia Harus Lebih Percaya Diri

Kekalahan memang cukup disesalinya. Sebab, dari awal, grup G hanya berisi dua negara dan hanya menyisakan Australia sebagai lawan. “Sangat rugi, tapi melalui turnamen ini ada perbaikan,” katanya.

Setelah ini, timnas akan berlaga di Piala AFF yang berlangsung pada 5 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022. STY menyebutkan, dari pemain yang ada saat ini, beberapa bisa dipanggil untuk tampil di Piala AFF.

Karena itu, dia sudah memberikan evaluasi bagi pemain. “Para pemain merasakan kekurangannya apa. Fisik dulu terutama. Mungkin sebelumnya tidak merasakan di liga, tapi di partai internasional. Beda jauh ada fisik atau tidak. Saat kembali ke tim, bermain maksimal dengan bermain yang lebih power lagi,” katanya.

Marselino Ferdinan menuturkan, tim sudah bermain maksimal di dua laga melawan Australia. “Tapi, Tuhan berkehendak lain. Tuhan menginginkan kita bekerja keras dan evaluasi lagi supaya kita terbentuk lagi di event selanjutnya,” sebutnya.

Pemain Persebaya Surabaya itu mengatakan, banyak pelajaran yang didapat dari dua laga melawan Australia. Seperti tak boleh menyerah meski lawan lebih bagus dan secara kualitas lebih baik. “Tapi, kami bisa buktikan beri perlawanan,” ujarnya.

Selain itu, laga tersebut menjadi modal untuk event selanjutnya. Terutama dari sisi fisik dan teknik untuk bisa juara. “Untuk masyarakat, maaf kali ini belum bisa memberikan yang terbaik. Kami akan evaluasi diri dan tim,” bebernya. (*)

Reporter: Jpgroup
Editor: Ryan Agung