ubahlaku

Masyarakat Batam Miliki Kekebalan Lawan Virus Covid-19

Seorang pelajar di Surabaya mendapat vaksin di Lapangan Thor. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

batampos.id– Pemerintah Kota Batam mengumumkan hasil survei Herd Immunity yang sudah dilakukan selama dua pekan terakhir ini. Hasilnya 70 persen dari hasil survei menunjukkan hasil yang cukup baik yaitu 130 U/ml. Angka ini cukup tinggi, dan artinya masyarakat Batam memiliki kekebalan tubu yang tinggi.

“Angka tersebut bisa dibilang bagus. Dan orang dengan kategori ini bisa menjadi pendonor plasma, karena kekebalan tubuh mereka cukup bagus,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad usai menghadiri pemaparan di ruang rapat Sekda, Jumat (5/11/2021).

Berdasarkan paparan dari Pakar epidemiologi didapatkan nilai titer antibody masyarakat yang ikut menjadi peserta survei. Pertama titer non reaktif atau tidak memiliki imin tubuh atau non reaktif sebanyak 10,4 persen. Berdasarkan hasil yang didapat 90 persen dari sampel ini merupakan orang yang belum divaksin dan tidak wajib vaksin.

Kedua titer antibody di bawah 136 U/ml mencapai 19.5 persen. Hasil ini didapat dari mereka yang baru mengikuti vaksin satu kali. Ketiga mereka dengan imun tubuh di atas 136 U/ml adalah mereka yang sudah menjalani vaksin dua kali.

Ketiga titer antibody lebih dari 136 U/ml sebanyak 70,1 persen. Kategori ini didapatkan dari masyarakat yang sudah ikut vaksin sebanyak dua kali.

“Hal ini membuktikan bahwa orang yang sudah divaksin dua kali memiliki kekebalan tubuh lebih baik, dan dengan nilai di atas 136 U/ml tersebut mereka juga bisa menjadi pendonor plasma untuk membatu pasien Covid-19 yang membutuhkan donor plasma,” jelasnya.

Amsakar menjelaskan dengan hasil survei ini, sudah tidak ada keraguan bagi masyarakat yang masih belum vaksin, untuk segera ikut vaksin. Saat ini capaian sudah mencapai 86 persen untuk dosis pertama, dan masih ada 14 persen yang belum divaksin.

“Ini yang harus dikejar. Bagaimana agar mereka mau vaksin. Karena sudah jelas, kalau ikut vaksin kekebalan tubuh menjadi kuat, sehingga bisa menahan serangan virus Covid-19,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, berdasarkan hasil survei sementara, kekebalan kelompok masyarakat Batam cukup kuat. Menurutnya, 90 persen masyarakat yang sudah disurvei sudah memiliki antibodi penangkal Covid-19 di dalam tubuhnya.

“Memang antibodi itu bisa menurun, tetapi kalau sudah masuk ke dalam tubuh akan secara otomatis mampu menangkal virus Covid-19. Karena dengan vaksin, tubuh sengaja dikenalkan dengan virus itu sendiri,” katanya.

Survei dilakukan secara acak dan pengambilan sampel sudah dilakukan dengan standar yang ada dan bisa dipercaya. Selain untuk memeriksa kekebalan kelompok, tujuan survei pun sebenarnya untuk mengukur tingkat penyebaran Covid-19 di Batam.

Pihaknya masih melihat faktor-faktor lain yang kemungkinan berkontribusi terhadap imunitas seperti makanan serta pola hidup subjek sampel.

“Survei dilakukan menggunakan mobile statistik, dan ada sekitar 400 sampel yang bisa dipercaya yang diambil dari masyarakat di 12 kecamatan yang ada di Batam. Dengan margin error di bawah persen dan alat yang memadai, hasil survei cukup bisa dipercaya,” tutup Didi. (*)

Reporter : YULITAVIA
Editor : tunggul