ubahlaku

Meski Covid Melandai, PTM Masih Digelar Terbatas

Seorang siswa dicek suhu tubuh sebelum masuk ke ruang kelas untuk mengikuti belajar tatap muka di sekolah, Senin (11/10) pagi. F.Slamet Nofasusanto

batampos.id– Dinas Pendidikan (Disdik) Batam masih mempertimbangkan untuk menggelar sistem pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen. Sejak dibuka September lalu, jam belajar siswa masih dibatasi dan belum penuh seperti sebelumnya.

BACA JUGA: Prokes dan Vaksinasi Siswa jadi Fokus Madrasah Laksanakan PTM

“Sampai saat ini masih sesuai SKB 4 Menteri, meskipun belajar tatap muka tapi masih dibatasi karena kondisi belum sepenuhnya pulih, dan Pak Wali masih sangat berhati-hati dan menjaga anak-anak agar tetap aman dan nyaman ketika berada di sekolah,” kata Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, Jumat (5/11/2021).

Ia menyebutkan banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk membuka sekolah normal seperti dulu. Pertama angka kasus masih ada, meskipun melandai. Kedua pemerintah masih berupaya mengendalikan penyebaran dengan melakukan pembatasan, selanjutnya persetujuan dari orangtua dan lainnya.

“Selain itu, kami juga masih menunggu putusan pusat soal kebijakan ini. Menurutnya saat ini tetap harus waspada adanya gelombang lanjutan. Sehingga kalau dipaksakan buka 100 persen, ada kekhawatiran terhadap penyebaran di lingkungan pendidikan ini,” bebernya.

Terkait perkembangan sistem pendidikan tatap muka yang sudah berjalan hampir satu bulan ini, Hendri mengungkapkan sejauh ini masih aman dan tidak ada klaster dari sekolah. Menurutnya penyelenggaraan tatap muka yang ke dua ini lebih baik dari awal tahun ini.

“Karena Januari lalu kita buka, ada ada penyebaran, sehingga mereka kembali belajar dari online (daring) di rumah masing-masing. Saat itu Batam juga menghadapi gelombang kedua yang cukup massif penyebarannya. Untuk itu saya ingin yang sekarang seperti ini dulu. Sambil menunggu kebijakan baru tentunya dari pemerintah pusat,” terangnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan bahwa pandemi Covid-19 yang masih melanda di belahan dunia termasuk Indonesia, tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mempengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

“Oleh karenanya Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan, baik untuk menanggulangi wabah Covid-19 di bidang Kesehatan, pendidikan maupun menanggulangi dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi,” ujarnya.

Penanganan Covid 19 menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan, pencapaian ini tentunya bukan saja kerja pemerintah sendiri, akan tetapi partisipasi seluruh lapisan masyarakat terutama peran para relawan, ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan juga kerja keras para tenaga medis.

Pencapaian penanganan Covid-19 ini menjadi momentum bangsa Indonesia segera bergerak tumbuh secara ekonomi khususnya ekonomi yang mendorong kemandirian Pemuda dalam mensejahterahkan diri dan selanjutnya memberikan dampak pada kesejahteraan bahgsa Indonesia secara keseluruhan.

Terutama memulihkan kondisi ekonomi paling terdampak oleh situasi Covid-19 ini. Dalam upaya membangkitkan ekonomi juga percepatan pemulihan situasi ekonomi nasional menyongsong Indonesia Maju.

Pemerintah terus mendorong tumbuhnya wirausaha baru, wirausaha muda, baik dalam hal penumbuhan minat, pemberian bantuan wirausaha, termasuk wirausaha berbasis perguruan tinggi dan pesantren, sampai pada apresiasi wirausaha berprestasi.

“Upaya ini tentu tidak akan berdampak maksimal tanpa dukungan semua pihak, khususnya bersatunya niat dan ikhtiar para Pemuda dalam turut serta membangun bangsa ini secara bersama-sama,” tutupnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA
Editor : tunggul