ubahlaku

Sampel Pemeriksaan Covid-19 di BTKLPP Batam Terus Berkurang

Tiga pegawai medis BTKLPP Kementerian Kesehatan RI saat mempersiapkan reparasi sampel sebelum proses ektraksi di ruang laboratorium kantor BTKLPP Kementerian Kesehatan RI di Sagulung, Selasa (14/4). (F Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos.id– Melandainya penyebaran Covid-19 di kota Batam juga dirasakan oleh petugas yang melakukan pemeriksaan sampel Covid-19 di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam di Sagulung. Sampel yang diperiksa kini tinggal 200 hingga 300 sampel perhari. Saat penyebaran Covid-19 meninggi, jumlah sampel yang diterima perhari bisa lebih dari seribuan sampel.

BACA JUGA: Polsek Sediakan 200 Dosis Vaksin Perhari

Penurunan jumlah sampel yang diperiksa ini terjadi sudah sebulan belakangan ini, seiring dengan melandainya penyebaran Covid-19 di Batam ataupun Kepri. Sampel yang masih masuk saat ini umumnya sampel dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke tanah air. Sebagai mana instruksi pemerintah pusat ataupun daerah bahwasannya, PMI yang kembali ke tanah air harus diperiksa kesehatannya secara ketat sebagai upaya untuk mencegah munculnya cluster terbaru Covid-19 di tanah air. BTKLPP Batam ditunjuk sebagai satu-satunya lembaga yang memeriksa sampel para PMI tersebut sehingga jumlah sampel yang diperiksa saat ini kisaran 200 hingga 300 sampel perhari.

“Tinggal PMI saja dengan jumlah kisaran 200 hingga 300 sampel perhari,” ujar TU BTKLPP Batam Ismail, Rabu (10/11).

Penurunan jumlah sampel Covid-19 yang diperiksa ini tentu menjadi kabar baik bagi semua pihak sebagai penanda bahwa penyebaran Covid-19 di Kepri terus melandai dari waktu ke waktu. Perlu peran aktif semua pihak untuk terus waspada dengan tetap mengikuti anjuran protokol kesehatan yang ada.

Begitu juga dengan varian terbaru, sejauh ini belum ada sampel yang terdeteksi terpapar varian terbaru dari luar negeri. Mereka yang terkonfirmasi positif umumnya Covid-19 non varian. “Sementara belum ada dan semoga tak ada lagi kedepannya,” ujar Ismail. (*)

Reporter: Eusebius Sara
editor: tunggul