ubahlaku

Tetap Siaga Meskipun Tak Ada Lagi Pasien Covid-19,  Gedung Tun Sundari Terpadu RSUD Embung Fatimah Kembali ke Fungsi Awal

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji miliki gedung Tun Sendari Terpadu. Gedung ini dibangun terpisah untuk penanganan pasien TB dan Paru. Semenjak Covid-19 mewabah gedung ini dijadikan lokasi penanganan pasien Covid-19. Sudah ribuan pasien yang dirawat di sana dan kini sudah kosong. Manajemen mengembalikan fungsinya namun tetap sisipkan beberapa kamar sebagai upaya antisipasi jika ada lagi pasien Covid-19.

***

Gedung Tun Sandari RSUD Batam kembali difungsikan untuk umum setelah selesai dipakai untuk perawatan pasien covid

Akhir tahun 2020 hingga pertengahan tahun 2021 adalah puncak mewabahnya Covid-19 di kota Batam dan juga Kepri. Ratusan orang terpapar setiap harinya. Hampir semua rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang ditunjuk menangani pasien Covid-19 penuh dengan pasien Covid-19. Pemko Batam sedikit kewalahan sehingga sempat menggunakan gedung Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) dan Rumah susun sewa (Rusunawa) milik Badan Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam untuk penanganan pasien Covid-19.

Demikian juga dengan RSUD, gedung Tun Sendari Terpadu yang disediakan untuk penanganan pasien Covid-19 juga penuh. Rumah sakit ini bahkan membuka empat ruangan rawat inap sebagai ruangan tambahan. Tidak itu saja, ada juga tenda darurat di depan IGD sebagai antisipasi tak tertampungnya pasien Covid-19 di ruangan-ruangan yang sudah disediakan tadi. Petugas medis benar-benar dibuat sibuk. Banyak juga yang terjangkit sehingga layanan pasien Covid-19 juga dialihkan ke Asrama Haji di Batamcenter.

Ini tantangan terberat bagi petugas medis dan gugus tugas penanganan Covid-19 sebab angka kematian waktu itu juga cukup tinggi. Pemakaman umum Seitemiang sempat kebanjiran jenazah korban covid-19. Kecemasan juga melanda tenaga medis di rumah sakit. Mereka berjuang dengan penuh kewaspadaan. Berkat dukungan dari pemerintah dan masyarakat wabah ini akhirnya berhasil ditekan. Sejak Juli 2021 perlahan-lahan pasien Covid-19 mulai berkurang dan saat ini sudah tak ada lagi. Tersisa satu, dua pasien namun penangan dipusatkan di rumah sakit khusus infeksi (RSKI) Batam di pulau Galang.

“Alhamdulilah, sudah hampir tiga bulan belakangan ini sudah tak ada lagi pasien Covid-19. Gedung Tun Sendari sudah kosong saat ini,” ujar Wadir Pelayanan Medik RSUD Sri Rupiati, Senin (15/11).

Kosongnya pasien Covid-19 ini membuat lega nakes di sana. Mereka kembali beraktifitas normal dengan layanan kesehatan lainnya. Begitu juga dengan gedung Tun Sendari Terpadu yang sudah melalui serangkaian tahapan strelisasi dan kembali siap dengan fungsi awalnya. Layanan pasien TB dan Paru kembali dipusatkan di gedung tersebut.

“Mudah-mudahan tak ada lagi pasien Covid-19 ke depannya. Gedung Tun Sendari Terpadu kita kembali ke fungsi awal. Kita cuman siagakan dua atau tiga ruangan sebagai antisipasi mana tahu ada lagi pasien Covid-19 ke depannya. Untuk sejauh ini masih aman karena tak ada lagi pasien Covid-19 yang baru,” ujar Sri.

Gedung Tun Sendari Terpadu memiliki sekitar 26 kamar tidur dengan fasilitas penanganan penyakit menular yang mumpuni. Di sana juga ada beberapa ruangan isolasi yang diperuntukan pasien yang membutuhkan penanganan medis secara isolasi. Meskipun sudah tak ada lagi pasien Covid-19, gedung ini tetap siaga sebagai upaya antisipasi. Masyarakat diharapkan tetap setia dan patuh terhadap aturan protokol kesehatan yang agar wabah ini benar-benar hilang. (*)

Reporter: Eusebius Sara
editor: tunggul