ubahlaku

Prioritaskan Prokes, Kawasan Wisata Perlahan Bangkit Kembali

F. Dalil Harahap/Batam Pos
Pengunjung naik kuda berkeliling di kawasan agrowisata di Marina, Tanjungriau, Sekupang, Minggu (5/9). Pelonggaran aktivitas masyarakat membuat tempat wisata kembali ramai dalam beberapa waktu terakhir.

batampos.id – Pengelolah kawasan wisata di kota Batam mulai bernapas lega. Jumlah pengunjung kembali meningkat semenjak pandemi Covid-19 melandai. Wisata pantai, hutan hingga perkebunan agrowisata berangsur kembali bangkit.

Kebijakan pemerintah yang melonggarkan aktifitas masyarakat diapresiasi pengelolah kawasan tempat wisata. Mereka berharap agar tak ada lagi wabah ini kedepan sehingga aktifitas di kawasan wisata kembali berjalan normal.

“Makanya kita dukung dengan aturan protokol kesehatan. Kita kapok dengan (mewabahnya) Covid-19 ini. Hancur lebur dibuatnya. Nyaris tutup semua tempat wisata karena tak bisa bertahan lagi. Alhamdulillah sekarang sudah berangsur membaik. Semoga ini jadi awal yang baik agar kita semua bisa beraktivitas normal lagi,” ujar Hendrik, pengelola kawasan wisata kebun Jambu di Marina, Senin (15/11).

Dikatakan Hendrik, jumlah pengunjung tempat wisata kebun agro wisata Marina meningkatkan drastis sepanjang akhir pekan lalu. Sekitar 300 hingga 500 pengunjung bergantian sejak Sabtu (15/11). Ini baik sebab selama pandemi memuncak beberapa waktu lalu, lokasi wisata tak berpengunjung karena ditutup sementara. “Lumayanlah semenjak PPKM level II beberapa waktu lalu. Sekarang lebih baik lagi karena semakin ramai. Ini yang kita harapkan agar sektor pariwisata di Batam kembali bangkit,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, keramaian serupa juga terjadi di lokasi wisata hutan mata kucing, Seitemiang dan wisata pantai Marina. Pengunjung cukup banyak. Kendaraan yang parkir di lokasi wisata meluber hingga ke ruas jalan utama di luar kawasan.

Vika, pengunjung kawasan wisata pantai Marina menuturkan, tak kuatir lagi dengan pandemi Covid-19 sebab dia dan keluarga telah melalui vaksinasi tahap satu dan dua. Dia dan keluarga tetap mengenakan masker dan jaga jarak fisik saat berada di lokasi wisata sehingga diyakini aman dari paparan Covid-19. “Karena itu tujuan kita agar wabah ini secepatnya berlalu. Sudah bosan dengan pembatasan ini, pembatasan itu. Pingin bebas (beraktifitas) seperti dulu lagi,” ujarnya.

Pengetatan aturan protokol kesehatan serupa juga dilakukan oleh pengelolah kawasan wisata. Meskipun bebas membiarkan pengunjung masuk mereka tetap memperhatikan alat pengaman pengunjung seperti pengguna masker dan cuci tangan. Pengelolah juga secar aktif mengingatkan pengunjung untuk selalu jaga jarak aman. (*)

Reporter: Eusebius Sara
editor: tunggul