ubahlaku

Tak Ada Lagi Sampel Masyarakat Lokal, BTKLPP Batam Fokus Dengan Pemeriksaan Sampel PMI

Kepala BTKLPP Kemnterian Kesehatan Republik Indonesia, Slamet Siwanto melihat pegawainya saat mempersiapkan reparasi sampel sebelum proses ektraksi di ruang laboratorium kanor BTKLPP Kementerian Kesehatan RI di Sagulung, Selasa (14/4). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.id– Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam masih fokus dengan pemeriksaan sampel Covid-19. Sampel yang diperiksa umumnya adalah sampel dari rombongan PMI yang baru kembali ke tanah air. Jumlahnya masih diangka 200 hingga 300 sampel perhari.

Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti sebab jumlah sampel yang diperiksa sudah berkurang drastis. Saat Covid-19 meninggi beberapa waktu lalu, BTKLPP menerima lebih dari 1.000 sampel perhari.

“Pemeriksaan juga berjalan dengan cepat karena PMI tetap menjadi prioritas dari Gugus Tugas biar tak ada cluster terbaru di tanah air. Sampel yang kita periksa perhari rata-rata 200 sampai 300 sampel,” ujar TU BTKLPP Batam Ismail, Senin (15/11).

Konsen pemeriksaan sampel PMI ini juga berlaku untuk pelacakan varian. Sampel PMI yang terkonformasi positif akan diperiksa lagi bersama Litbangkes untuk memastikan jenis Covid-19 yang diderita PMI tadi. Ini untuk mencegah masuknya varian terbaru ke tanah air.

Sementara di lokasi karantina PMI, Rusunawa BP dan Pemko Batam di Tanjunguncang saat ini masih ada sekitar 300 san PMI yang menunggu hasil swab pertama ataupun kedua. Mereka diawasi secara ketat agar tidak menjadi cluster terbaru di tanah air. Mereka baru diperkenankan kembali ke daerah asal jika hasil swab menyatakan bebas dari Covid-19. Jika terpapar maka harus melewati masa pemulihan di rumah sakit terlebih dahulu.
“Yang positif mulai menurun. Terakhir lima orang yang kita pindahkan ke RSKI,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa. (*)

REPORTER : EUSEBIUS SARA
editor: tunggul