ubahlaku

Bawa Pulang Jenazah Pasien PDP Covid 19 dari RS, Rinto Divonis 1 Bulan

batampos.id– Rinto Fernando, dinilai terbukti bersalah karena membawa pulang jenazah pasien PDP Sus Covid-19 dari rumah sakit Budi Kemuliaan. Ia pun kemudian divonis satu bulan penjara dengan masa percobaan tiga bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam.

Pimpinan sidang, hakim Adiswarna mengatakan telah memperhatikan fakta-fakta pembuktiaan selama persidangan berlangsung. Mulai dari keterangan saksi hingga terdakwa.

Dimana perkara yang menjerat terdakwa Rinto terjadi pada 18 Agustus lalu di Rumah Sakit Budi Kemulian. Berawal saat terdakwa dihubungi karena ada saudaranya yang meninggal di rumah sakit. Mendapat informasi itu, Rinto pun datang ke rumah sakit. Ternyata, oleh pihak rumah sakit jenazah saudara terdakwa tak boleh dibawa pulang karena berstatus PDP Covid-19. Di sana, pihak keluarga pasien tetap memaksa untuk membawa pulang karena tak yakin saudara mereka meninggal karena Covid-19.

Namun bila pihak keluarga memaksa membawa jenazah maka dibuatkan Surat Penolakan Tindakan Medis, yang akhirnya ditandatangani terdakwa. Usai menandatangani, jenazah dari saudara terdakwa Rinto pun dibawa pulang.
Atas kejadian itu, Rinto pun dijerat ke ranah hukum hingga duduk sebagai pesakitan.

“Menyatakan terdakwa RINTO bersalah melakukan tindak pidana “dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah” Sebagaimana yang didakwakan kepada terdakwa yaitu melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI No. 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular (dalam dakwaan Kedua Penuntut Umum), “ujar Adiswarna dalam sidang yang berlangsung virtual dan tetap mematuhi protkes.

Namun sebelum menjatuhkan hukuman, majelis hakim mempertimbangkan dari perbuataan terdakwa, hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dan berterus terang. Hal yang memberatkan terdakwa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah.

“Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) bulan, dengan ketentuan pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali jika dikemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain disebabkan karena terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan 3 (tiga) bulan, ” tegas hakim Adiswarna. (*)

 

Reporter : Yashinta
editor: tunggul