ubahlaku

Kasus Covid-19 Melandai, Perekonomian Kepri Membaik

Pengunjung bersantai sambil menikmati sajian menu favorit di Excelso Tiban, Sekupang, Senin (25/10) lalu. Berdasarkan peta risiko Satgas Covid-19, kini Kota Batam didominasi zona hijau atau tidak memiliki kasus Covid-19 aktif. Masyarakat pun kini bisa menjalani aktivitas lebih bebas namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. (Iman Wachyudi/ Batam Pos)

 batampos.id– Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri memprediksi pertumbuhan ekonomi Kepri akan lebih baik pada triwulan keempat. Penyebabnya, karena konsistensi industri dalam melepas ekspor ke luar negeri. Hal itu tentunya didukung dengan turunnnya angka Covid-19, serta perubahan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kami optimis bahwa ekonomi Kepri di triwulan keempat akan lebih baik, dan akan mencapai 4 persen,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Musni Hardi Kasuma Atmaja.

Musni juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan III Tahun 2021 melambat 2,97 persen, dan melambat dari triwulan sebelumnya di triwulan II.
L
Sebagai salah satu cara dalam mendorong peningkatan ekonomi pada triwulan IV, pihaknya mengimbau masyarakat tetap menerapkan prokes dalam upaya penanganan covid-19.

“Dampak PPKM cukup menghantam secara signifikan pertumbuhan ekonomi kita. Melambatnya lebih besar dari yang kita pikirkan,” ujarnya. Salah satu faktor lain, adalah pertumbuhan ekspor tetap kuat di masa pandemi covid-19, di mana pada triwulan III mengalami kenaikan.

Kinerja ekspor ini sendiri, dinilai sejalan dengan menguatnya permintaan mitra dagang utama. Sementara itu, permintaan domestik tumbuh melambat seiring kebijakan pembatasan mobilitas untuk mengatasi varian delta Covid-19.

“Perbaikan ekonomi ini didorong oleh kinerja ekspor, akibat kenaikan permintaan Tiongkok dan AS. Selain itu, juga realisasi belanja fiskal (belanja barang, belanja modal, dan bantuan sosial), serta investasi nonbangunan,” terangnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, nilai ekspor Batam di September 2021 naik sebesar 3,97 persen dibanding ekspor Agustus 2021. Total nilai ekspor Batam mencapai US$ 1.020,29 juta. “Nilai ekspor Batam menyumbang 74,08 persen dari total ekspor se-Kepri sebesar US$ 1.377,30 juta,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Rahmad Iswanto.

Penyumbang ekspor terbesar yakni ekspor non-migas yang mencapai US$ 908,55 juta atau naik 4,83 persen dibanding Agustus 2021. Sedangkan ekspor migas September 2021 hanya US$ 111,74 juta atau turun 2,56 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Ekspor non-migas HS 2 digit terbesar yakni golongan barang mesin/peralatan listrik sebesar US$ 376,65 juta,” ujarnya. Sementara itu, negara tujuan ekspor terbesar masih Singapura dengan nilai US$ 411,17 juta. Kontribusinya mencapai 41,60 persen. “Kemudian tujuan ke Amerika Serikat dengan nilai US$ 195,61 juta dan Tiongkok senilai US$ 65,60 juta dolar,” ungkapnya. (*)

 

Reporter : Yashinta
editor: tunggul