Pro Kepri

Jual Motor Rental, Warga Tanjungpinang Diringkus di Bengkalis

Polisi meringkus tersangka penggelapan motor rental, Ma. F.Polsek Bintan Utara untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Polisi meringkus tersangka penggelapan sepeda motor di Tanjunguban, Ma, 26. Tersangka ditangkap di Bengkalis, Riau, akhir November 2021.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Suharjono mengatakan, tersangka menyewa motor rental Satria FU BP 6062 WD milik korban inisial HS, 28 sejak September 2021 lalu dengan sewa Rp 500 ribu sebulan.

“Jadi tersangka ini ngekos di Tanjunguban, di sana dia  menyewa motor rental milik korban,” katanya.

Kata Suharjono, setelah digunakan, tersangka menjual sepeda korban ke orang lain di Tanjungpinang dengan harga Rp 2 juta.

“Pas menjual motor tersebut, tersangka bersama teman wanitanya, Ry. Keduanya warga Tanjungpinang,” katanya.

Suharjono mengatakan, kejadian ini diketahui setelah korban curiga karena tersangka tidak mengembalikan motor korban.

“Dicek di tempat kosnya, tersangka sudah tidak ada di kosnya, nomor handphonenya juga tidak aktif,” katanya. Akhirnya korban melaporkan kejadian ini.

Suharjono mengatakan, setelah dilacak, tersangka sudah berada di Bengkalis, Riau. Dia langsung memerintahkan anggota untuk ke Bengkalis, akhir November 2021.

Dari hasil pemeriksaan, Suharjono mengatakan, tersangka mengakui menjual sepeda motor korban ke orang lain di Tanjungpinang seharga Rp 2 juta.

Selain itu, tersangka juga melakukan pencurian 4 unit handphone dan uang tunai di rumah makan depan LPG Tanjunguban pada September lalu.

Untuk teman wanitanya, Ry, dia mengatakan, ikut diamankan. Namun Ry hanya berstatus saksi karena tidak mengetahui motor yang dijual tersangka merupakan motor orang lain.

Suharjono juga mengimbau masyarakat yang pernah menjadi korban perbuatan tersangka agar segera melaporkan ke Polsek Bintan Utara.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan sepeda motor sesuai pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukumannya paling lama empat tahun penjara. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO