Metropolis

Krisis Lahan, Pengelolah TPU Seitemiang Harap Rawa-Rawa Bisa Dimatangkan untuk Makam

Suasana TPU Seitemiang di Batam. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pengelolah TPU Seitemiang sebut ada lahan TPU yang tersisa dan bisa dipergunakan sebagai lahan pemakaman tambahan. Lahan tersebut merupakan lokasi rawa-rawa dekat Blok Q yang luasnya sekitar 7.000 meter persegi.

Namun demikian pengelolah belum bisa menggunakan lahan tersebut sebab belum dimatangkan. Butuh biaya yang cukup besar untuk menimbun lokasi rawa-rawa tersebut.

“Butuh anggaran cukup besar dan kita tak punya anggaran yang banyak. Itu lokasi rawa-rawa jadi harus ditimbun dulu,” ujar Sekretaris Yayasan Khairul Umma Zailani, Rabu (1/12).

Jika saja ada alokasi anggaran untuk pematangan lahan rawa-rawa tersebut, pengelola sebut krisis lahan pemakaman yang masih terjadi hingga saat ini setidaknya bisa diatasi untuk jangka waktu setahun hingga dua tahun kedepan.

“Tapi itu tadi kami belum bisa berbuat apa-apa karena itu butuh anggaran yang banyak,” ujar Zailani.

Rencana yang dilakukan oleh pengelola untuk mengatasi persoalan krisis lahan pemakaman ini beberapa diantaranya adalah, rencana penimpahan makam tua yang sudah lama tak diurus oleh ahli waris.

Saat ini pengelolah fokus melakukan pendataan ulang ahli waris dari makam-makam yang ada. Khusus makam yang usianya sudah diatas 10 tahun. Jika memungkinkan pengelola akan melakukan penimpahan terhadap makam yang memang sudah tak diurus lagi oleh ahli warisnya.

“Rencana lainnya adalah berharap agar Pemko Batam hibahkan makam Covid-19 yang ada di ujung sana sebagai lahan pemakaman umum. Bagaimanapun lahan (makam) Covid-19 sudah mulai jarang digunakan dan sisa lahannya masih cukup luas,” kata Zailani.

Seperti diketahui, TPU Seitemiang sudah lama menglami krisis lahan pemakaman. Berbagai upaya sudah dilakukan namun hanya sebatas solusi jangka pendek. Saat ini lahan sudah habis terpakai dan tersisa hanya untuk seratusan makam saja. (*)

REPORTER: EUSEBIUS SARA