Metropolis

Urung Demo, Aliansi Buruh Batam Tetap Kawal UMK 2022

Buruh Kota Batam yang tergabung dari berbagai serikat pekerja melakukan aksi demo di Gedung Graha Kepri, Kamis (25/11), menolak penetapan UMK 2022. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Aliansi Buruh Batam memilih untuk tidak melakukan aksi demontrasi yang sedianya akan digelar Rabu (1/12) hingga Jumat (3/12) mendatang. Hal ini lantaran mereka memberikan waktu kepada gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad untuk berkomunikasi dengan Walikota Batam.

Ketua Konsulat Cabang FSPMI Batam Yapet Ramon didampingi pimpinan Aliansi Buruh Batam menerangkan bahwa meskipun buruh tidak melakukan aksi akan tetapi mereka akan tetap melakukan pengawalan terhadap pokok-pokok kesepakatan yang telah disepakati dalam audiensi antara buruh dan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad.

Buruh berharap agar gubernur dapat mengambil kebijakan yang arif sesuai dengan tuntutan buruh Batam untuk upah mereka yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan sesuai dengan UUD 1945.

Buruh Batam juga mengapresiasi Ansar Ahmad yang mau menemui mereka untuk berdiskusi dan membahas tentang UMK Batam 2022.

Sebelumnya buruh dari Kota Batam melakukan aksi demo di kantor gubernur Kepri di Dompak Senin, (29/11) untuk bertemu Gubernur Kepulauan Riau. Tujuannya meminta agar Gubernur Kepulauan Riau mengubah putusan tentang UMK Kota Batam agar tidak mengikuti PP 36 Tahun 2021 yang mengacu pada UU Cipta Kerja.

Ketua DPW FSPMI Deddy Iskandar mengatakan dari hasil audiensi dengan gubernur telah menghasilkan tiga keputusan yaitu pertama, buruh meminta Gubernur membatalkan kasasi terkait SK UMK Batam 2021 yang digugat serikat buruh secara ketetapan hukum dimenangkan oleh serikat buruh baik di PTUN Tanjung Pinang dan PT TUN Medan.

Kedua, terkait UMK Batam tahun 2022. Gubernur Kepri berjanji malam itu juga akan berkomunikasi kepada Walikota Batam untuk melakukan diskusi terkait berapa UMK kota Batam tahun 2022 yang baik untuk Kota Batam.

Ketiga, sebelum permasalahan yang dua diatas selesai Gubernur berjanji tidak akan mengeluarkan SK UMK Batam 2022 dan akan menyampaikan terlebih dahulu kepada Serikat Pekerja sebelum SK UMK Batam diputuskan. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra