Metropolis

Palsukan Surat Kesehatan, Josafat Terancam 5 Tahun Penjara

batampos.co.id – Niat hati awal ingin mendapatkan pekerjaan, ternyata berujung masuk masuk penjara. Hal itu dialami Josafat Harianto yang nekat memalsukan surat keterangan sehat (medical check up) demi untuk melamar pekerjaan.

Karena perbuataan itu, Josafat akhirnya menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Batam. Ia pun terancam pidana 5 tahun karena menggunakan surat palsu.

BACA JUGA: 4 Warga Batam Ditegur Karena Tak Jalankan Protokol Kesehatan

Dijelaskan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Herlambang Nugroho dalam surat dakwaan, berawal dari terdakwa yang hendak melamar kerja ke salah satu perusahaan di Batuampar. Yang mana, salah satu syarat harus memiliki hasil pemeriksaan kesehatan (medical check up) di rumah sakit. Namun saat itu terdakwa tak memiliki biaya.

“Terdakwa kemudian mendapat informasi, adanya seseorang yang bisa membuat surat kesehatan tanpa harus melakukan medical Check up, dengan biaya terjangkau,” ujar Herlambang dalam sidang yang berlangsung virtual

Selanjutnya terdakwa mendatangi toko percetakan Abadi Photo di kawasan Sagulung. Disana ia bertemu dengan Rizky (berkas terpisah) yang merupakan karyawan toko tersebut. Pada saat itu terdakwa mengatakan “Mau bikin surat medical check up” lalu disanggupi Rizky yang kemudian meminta KTP dan nama orangtua terdakwa.

“Selanjutnya saksi Rizky membuat surat kesehatan dari Klinik MEDILAB dengan Nomor Medical Record : 09842/ 986/ VII/UM/21 tertanggal 21/07/2021 atas nama Josafat Harianto,” tegas Herlambang.

Atas jasa pembuataan surat medical check up itu, terdakwa harus membayar Rp 150 ribu kepada Rizky. Namun pembayaran dilakukan dua kali, karena ada kesalahaan data, sehingga total pengeluaran terdakwa untuk surat itu Rp 300 ribu.

Bahwa pada hari Minggu tanggal 22 Agustus 2021 perusahaan tersebut menerima surat lamaran terdakwa. Akan tetapi HRD perushaaan merasa curiga terhadap perbedaan surat yang biasanya dikeluarkan oleh klinik MEDILAB dan kejanggalan hasil lab.

“Bahwa perbuatan terdakwa menimbulkan kerugian inmateril berupa hilangnya kepercayaan masyarakat terhdap Klinik Medilab Kota Batam.
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 Ayat(2) KUHPidana,” tegas Herlambang.

Usai mendengar dakwaan, majelis hakim menunda sidang hingga minggu depan, dikarenakan jaksa belum menghadirkan saksi. (*)

Reporter : Yashinta