Pro Kepri

Jumlah TKA di Kepri Meningkat, 2022 Target Retribusi Dinaikkan

Kadisnaker Kepri Mangara Simarmata

batampos.co.id-Jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Provinsi Kepri mengalami peningkatan. Kondisi tersebut terindikasi dengan bertambahnya penerimaan dari sektor retrebusi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Pada tahun 2021 targetnya sebesar Rp400 juta. Namun pada 2022 mendatang jumlahnya adalah pada angka Rp8 miliar.

BACA JUGA: Plt Bupati Bintan Ajukan Ranperda Perubahan Nomenklatur Retribusi Bangunan dan Tenaga Kerja Asing

Lewat APBD Tahun Anggaran (TA) 2021, Pemerintah Provinsi Kepri menetapkan retrebusi perizinan tertentu, yakni pemberian perpanjangan IMTA sebesar Rp400 juta. Sedangkan pada 2022 mendatang, sudah ditetapkan untuk sektor ini target penerimaan daerah adalah sebesar Rp8 miliar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kepri, Mangara Simarmata mengatakan, tahun ini istilahnya adalah Dana Kompensasi Penggunaan TKA (DKPTKA). Dijelaskannya, masalah penempatan TKA setelah tahun 2018, sesuai dengan Perpres No 20 Tahun 2018 itu masuk dalam sistim online.

Mantan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, dalam hal perizinan dibawah kendali Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kepri yang ditunjuk sebagai validator dan penerima notifikasi untuk validasi.

“Pengertian dari data TKA Kepri yang menjadi hak Provinsi, apabila TKA bekerja di dua kabupaten dan kota. Maka pengurusan izinnya berada di Provinsi. Sedangkan satu kabupaten atau kota tetap di Pemerintah Kabupaten/Kota,” jelasnya.

Ditambahkannya, sesuai dengan Permenaker Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Tenaga Kerja Asing menyatakan, bahwa DKP-TKA adalah kompensasi yang harus dibayar oleh pemberi kerja TKA atas penggunaan TKA sebagai penerimaan negara bukan pajak atau penerimaan daerah.

“Adapun besaran DKPTKA sesuai dengan Permenaker tetap 100 Dolar Amerika per orang per bulan. Sampai Oktober 2021 lalu, penerimaan dari sektor ini untuk Provinsi Kepri sudah pada angka Rp6,8 miliar,” papar Mangara.

Merujuk pada penjelasan yang disampaikan Kadisnaker Provinsi Kepri tersebut, jika dihitung satu dollar Amerika sebesar Rp14.500, maka untuk satu pekerja asing retrebusi yang diterima daerah adalah sebesar Rp1.450.000. Apabila dibagi dengan penerimaan yang sudah masuk, menujukan ada 4.690 orang TKA yang sedang bekerja lintas Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin mengatakan, dari laporan yang disampaikan Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri, pada triwulan tiga TA 2021, penerimaan yang dilaporkan adalah sebesar Rp1,7 miliar.

“Kami masih belum dapat update berapa progres penerimaan PAD pada sementer IV berjalan ini. Memang dari pembahasan APBD TA 2022, target penerimaan dari sektor ini adalah sebesar Rp8 miliar,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Kepri tersebut. (*)

Reporter: Jailani