Pro Kepri

Berawal dari Hobi, Kini Budidaya Tanam Anggur Eko Menghasilkan Pundi-Pundi Rupiah

Eko saat memperlihatkan anggur jenis ninel (warna merah) salah satu budidaya anggur yang sukses, menjual bibit anggur impur yang tidak terhalang selama pandemi Covid-19. TRI HARYONO

batampos.co.id- Berawal dari hobi budidaya tanaman anggur sejak tahun 2019 silam, kini telah menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tidak terdampak terhadap pandemi Covid-19 yang telah berlangsung 2 tahun ini. Salah satunya Eko Sobandia, warga Karimun yang sehari-hari bekerja disalah satu BUMN.

BACA JUGA: Petani Desa Kuala Sempang, Lobam Bisa Panen 3 Ton Cabai Hijau

Ia mengisahkan, bagaimana memanfaatkan halaman pekarangan rumahnya tidaklah cukup luas agar bisa bermanfaat bagi keluarga. Dikala sedang libur, bisa mengisi waktu bersama keluarga yang kebetulan hobi bercocok tanam. Dan, kebetulan dari temannya yang menginformasikan untuk budidaya tanaman anggur.

” Mulainya, saya pesan beberapa batang bibit tanaman anggur. Secara belajar otodidak dan informasi dari teman-teman yang sama-sama hobi, akhirnya terus berkembang budidaya anggur,” kata Eko, saat dijumpai di kebunnya, Minggu (5/12).

Hingga sekarang, sudah menghasilkan pundi-pundi rupiah yang cukup lumayan. Dimana, dirinya tidak hanya membuahkan anggur-anggur namun membudidaya bibit anggur yang penjualannya cukup menjanjikan. Dimana, untuk satu bibit anggur impor dibandrol paling murah Rp300 ribu siap ditanam.

” Alhamdulillah, selama pandemi Covid-19 malahan banyak yang pesan bibit anggur. Kita kirim keluar daerah. Rata-rata bibir anggur jenis Juniter, Ninel, Trans, Gozv untuk pemula. Kita pernah jual dalam satu hari 10 bibit anggur dalam satu hari,” ungkapnya.

Kenapa budidaya anggur dipilihnya, karena kata Eko lagi budidaya anggur sangat berbeda dengan budidaya tanaman lainnya. Dimana, selama ini anggapan masyarakat budidaya anggur masih langka. Dan, dirinya sudah membuktikan telah menghasilkan buah anggur yang panen bisa mencapai 30 dompol. Sekarang, untuk bibit anggur yang siap jual dalam pot ada 70 unit dan yang ditanam ada 70 unit.

” Memang budidaya anggur ini, susah-susah gampang. Kunci utamanya, kita harus tekunlah sering-sering mencari informasi tentang budidaya anggur di internet. Lumayanlah, bisa nambah pundi-pundi rupiah,” tuturnya.

Sementara itu salah satu pelanggan Jaya mengatakan, dirinya juga saat ini sedang mengembangkan budidaya anggur. Dengan melakukan ekperimen perpaduan bibit anggur impor yang akan ditanam dalam satu pokok anggur lokal.

” Sering shering sama Eko saya juga. Nih coba-coba, mana tau bisa hidup bibit anggur dalam satu pohon bisa dua rasa anggur impor,” ucapnya. (*)

Reporter: Tri Haryono